Minggu, 19 April 2026

Stunting dan Kematian Ibu-Bayi di Jateng Turun, TP PKK Perkuat Program Intervensi

Minggu, 19 April 2026 17:00 WIB
Stunting dan Kematian Ibu-Bayi di Jateng Turun, TP PKK Perkuat Program Intervensi
Rapat Pleno Pengurus TP PKK di Aula Kantor PKK Jawa Tengah, Jumat (17/4/2026).

Jateng (buseronline.com) - Program strategis yang dijalankan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jawa Tengah bersama pemerintah provinsi dan berbagai pemangku kepentingan mulai menunjukkan hasil positif. Hal ini terlihat dari penurunan angka stunting serta kematian ibu dan bayi di wilayah tersebut sepanjang 2025.

Dilansir dari laman Jatengprov, berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) 2025, jumlah balita stunting di Jawa Tengah tercatat sebanyak 181.030 anak atau 9,66 persen. Angka tersebut menurun sekitar 3,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketua TP PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras berbagai pihak, termasuk kader PKK di tingkat desa dan kelurahan.

Baca Juga: TP PKK Jadi Garda Terdepan Edukasi Pemberantasan Rokok Ilegal di Pekalongan

"Penurunan ini merupakan hasil berbagai upaya intensif semua pihak, termasuk kader-kader PKK di desa-desa/kelurahan," ujarnya dalam Rapat Pleno Pengurus TP PKK di Aula Kantor PKK Jawa Tengah, Jumat.

Dalam upaya percepatan penurunan stunting, TP PKK Jateng juga bersinergi dengan BKKBN melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program tersebut mendorong keterlibatan masyarakat untuk membantu keluarga berisiko stunting secara gotong royong.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat terus digencarkan bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB). Upaya ini tidak hanya menitikberatkan pada pemenuhan gizi, tetapi juga peningkatan kualitas tumbuh kembang anak, termasuk aspek kognitif.

Di sisi lain, penurunan juga terjadi pada angka kematian ibu dan bayi. Data Dinas Kesehatan Jawa Tengah mencatat, kematian ibu pada 2025 turun menjadi 337 kasus dari 427 kasus pada 2024.

Sementara itu, angka kematian bayi menurun dari 4.376 kasus pada 2024 menjadi 3.650 kasus pada 2025. Penurunan serupa juga terjadi pada kematian balita usia 1-5 tahun, dari 4.898 kasus menjadi 4.101 kasus.

Meski menunjukkan tren positif, TP PKK Jawa Tengah terus memperkuat berbagai intervensi. Salah satunya melalui program Kencan Bumil (Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil), yang mendorong kader PKK aktif memantau kondisi ibu sejak masa prahamil, kehamilan, persalinan, hingga masa nifas.

Program tersebut juga dilengkapi layanan pemeriksaan Ultrasonografi (USG) gratis yang terintegrasi dengan layanan dokter spesialis keliling serta program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Jateng Pastikan Ternak Sehat, Program Healing Diperkuat Jelang Idul Adha
Pemprov Jateng Perkuat Pembangunan Keluarga Lewat Program Bangga Kencana
TP PKK Jadi Garda Terdepan Edukasi Pemberantasan Rokok Ilegal di Pekalongan
Polairud Polri Bongkar Penyelundupan 47 Ribu Benih Lobster Ilegal di Serang
Jawa Tengah Jadi Percontohan Penguatan Kemitraan Program MBG
Layanan “Healing” Jateng, Sapi Jalani USG untuk Deteksi Kebuntingan
komentar
beritaTerbaru