Senin, 05 Oktober 2026

PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting

Selasa, 26 Mei 2026 17:19 WIB
PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting
Ketua TP PKK Jateng Nawal Arafah Yasin memberikan kata sambutan dalam kegiatan Kampanye Gemarikan yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah di Pendopo Eclips, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin (25/5/2026).

Semarang (buseronline.com) - Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah terus menggencarkan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) sebagai upaya menekan angka stunting di wilayah tersebut. Dilansir dari laman Jatengprov, kampanye ini dipimpin langsung Ketua TP PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin bersama kader PKK di seluruh kabupaten/kota.

Dalam kegiatan Kampanye Gemarikan yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah di Pendopo Eclips, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin, Nawal menyampaikan bahwa prevalensi balita stunting di Jawa Tengah saat ini masih berada di angka 17,1 persen.

Menurutnya, gerakan konsumsi ikan perlu terus diperkuat karena ikan memiliki kandungan gizi tinggi yang sangat baik untuk mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah stunting.

"Saya minta stunting ini menjadi hal yang diprioritaskan. Mari kita sama-sama terus bergerak untuk melakukan upaya-upaya penurunan kasus stunting," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi capaian Kabupaten Semarang dalam penanganan stunting. Berdasarkan data, prevalensi stunting di daerah tersebut mencapai 14,5 persen atau lebih rendah dibandingkan rata-rata Jawa Tengah maupun nasional.

Selain mendukung penanganan stunting, kampanye Gemarikan juga bertujuan meningkatkan Konsumsi Ikan Masyarakat (KIM) Jawa Tengah yang saat ini masih tergolong rendah, yakni sekitar 40 kilogram per kapita per tahun.

Padahal, lanjut Nawal, produksi perikanan di Jawa Tengah cukup melimpah. Data Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah mencatat produksi perikanan tangkap sepanjang 2025 mencapai 436.592,13 ton, sedangkan produksi perikanan budidaya mencapai 537.335,21 ton.

"Sumber daya ikan tersebut masih belum dimanfaatkan secara optimal. Ini kita bisa lihat masih rendahnya rata-rata konsumsi ikan masyarakat Jawa Tengah," katanya.

Istri Wakil Gubernur Jawa Tengah itu menambahkan, ikan memiliki banyak manfaat kesehatan karena kaya protein dan omega. Selain membantu meningkatkan daya tahan tubuh, konsumsi ikan juga dinilai mampu menjaga kesehatan tulang dan otot serta mengurangi risiko stroke.

Dalam kegiatan tersebut, TP PKK Jawa Tengah bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah serta Bank Indonesia Jawa Tengah menyerahkan bantuan paket Gemarikan kepada kader PKK dan warga setempat.

Menurut Nawal, bantuan itu relevan untuk wilayah nonpesisir seperti Kecamatan Tengaran karena budidaya ikan rumahan dapat menjadi solusi pemenuhan gizi keluarga sekaligus tambahan penghasilan masyarakat.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Gubernur Jateng Dorong MES Perkuat UMKM dan Ekonomi Syariah
Pemprov Jateng Siapkan Kawasan Industri Halal untuk Tarik Investor
Gubernur Jateng: Perubahan APBD 2026 Harus Responsif terhadap Dinamika Ekonomi
Pemprov Jateng Siapkan 10.000 Dosis Vaksin Gratis untuk Cegah Rabies
Pelatihan PKK Buka Peluang Alumni Bekerja di Mancanegara
Sekda Jateng Dorong Sekolah Rakyat Siapkan Masa Depan Peserta
komentar
beritaTerbaru