Sabtu, 29 Agustus 2026

Polda Metro Jaya Amankan 65 Orang Jelang Aksi di DPR/MPR

Sabtu, 29 Agustus 2026 13:50 WIB
Polda Metro Jaya Amankan 65 Orang Jelang Aksi di DPR/MPR
Polisi turut menyita puluhan senjata tajam serta sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan pembuatan bom molotov.

Jakarta (buseronline.com) - Polda Metro Jaya mengamankan 65 orang dalam rangkaian pencegahan potensi gangguan keamanan menjelang kegiatan penyampaian pendapat di kawasan DPR/MPR RI, Jakarta.

Dilansir dari laman Humas Polri, dalam pengamanan tersebut, polisi turut menyita puluhan senjata tajam serta sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan pembuatan bom molotov.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Dr Iman Imanuddin mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap 65 orang yang diamankan untuk mengetahui keterkaitan dan peran masing-masing.

"Penyidik masih mendalami siapa saja yang memiliki peran dalam proses perekrutan, pembiayaan, penyediaan sarana, pengorganisasian massa, maupun pihak yang memberikan perintah atau arahan," ujar Iman dalam konferensi pers di Aula Satya Haprabu Ditreskrimum Polda Metro Jaya, pada 27 Agustus 2026.

Dari hasil pengamanan, polisi mengamankan 39 senjata tajam, dua airsoft gun, satu tabung gas airsoft gun, gotri, tiga stik golf, tujuh jeriken berisi bensin, serta 201 botol kaca lengkap dengan sumbu.

Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah barang lain, di antaranya tas ransel, banner, pengeras suara, pilok, obat-obatan, dan telepon seluler.

Penyidik selanjutnya menelusuri sumber pendanaan yang berkaitan dengan pengadaan sejumlah barang tersebut. Penelusuran dilakukan melalui pemeriksaan keterangan para pihak, komunikasi digital, transaksi keuangan, serta barang bukti lainnya.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa kepolisian tidak bermaksud membatasi hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

"Kami tidak membatasi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Yang kami cegah adalah potensi tindakan yang dapat membahayakan keselamatan, memicu kekerasan, atau mengganggu kepentingan masyarakat lainnya," kata Budi.

Selain pengamanan di lapangan, Polda Metro Jaya juga melakukan patroli ruang digital guna mengantisipasi penyebaran provokasi, disinformasi, fitnah, dan konten kebencian.

Hingga pukul 10.38 WIB, kondisi Jakarta dilaporkan aman dan terkendali. Sejumlah aktivitas masyarakat, seperti lalu lintas, pendidikan, ibadah, dan kegiatan perekonomian, tetap berjalan.

Budi menegaskan, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, namun harus dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan dan ketertiban umum.

"Demokrasi memberi ruang bagi perbedaan pendapat, tetapi kekerasan tidak boleh mengambil ruang di dalamnya. Aspirasi harus tetap dapat disampaikan, sementara keselamatan masyarakat wajib kita jaga bersama," pungkasnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Polda Metro Jaya Siagakan Tim Dokkes Layani Kesehatan Masyarakat Saat Aksi Penyampaian Aspirasi
Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Ikut Seleksi Jadi PPPK Penuh Waktu Mulai 2027
Anggota Komisi IX DPR RI Dorong Keluarga Indonesia Terencana untuk Wujudkan Generasi Emas 2045
Pemkab Garut, BMKG, dan Komisi V DPR RI Gelar Sekolah Lapang Gempabumi Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat
Polda Metro Jaya Tetapkan Tujuh Tersangka Bentrokan di Jalan Tambak Menteng
RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia Disepakati Lanjut ke Paripurna DPR
komentar
beritaTerbaru