Senin, 13 Juli 2026

Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Polisi Selidiki Pengirim Pesan

Senin, 13 Juli 2026 18:42 WIB
Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Polisi Selidiki Pengirim Pesan
Kepolisian masih menyelidiki kasus ancaman bom yang ditujukan kepada SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap identitas pengirim pesan dan motif di balik ancaman tersebut.

Jakarta (buseronline.com) - Kepolisian masih menyelidiki kasus ancaman bom yang ditujukan kepada SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap identitas pengirim pesan dan motif di balik ancaman tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, penyidik dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mendalami asal pesan ancaman.

"Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan melakukan olah TKP serta mendalami asal pesan ancaman tersebut," kata Budi Hermanto dilansir dari laman Humas Polri, Senin (13/7/2026).

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Polisi juga meminta masyarakat memberikan ruang kepada petugas untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan secara menyeluruh.

Ancaman tersebut dikirim melalui aplikasi WhatsApp dan diterima oleh seorang guru serta petugas tata usaha (TU) sekolah. Pelaku juga sempat melakukan panggilan tidak terjawab (missed call) setelah pesan yang dikirim tidak mendapat balasan. Dalam pesannya, pelaku mengaku telah menempatkan bom di 11 titik di lingkungan sekolah.

Menindaklanjuti laporan itu, Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror langsung melakukan penyisiran di seluruh area sekolah. Namun, hingga proses pemeriksaan selesai, petugas tidak menemukan adanya bahan peledak. "Nihil, tapi masih disisir, lagi disisir," ujar Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi.

Menurut Nurma, ancaman tersebut dikirim saat siswa dan guru sedang mengikuti upacara pada hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang. Pesan baru diketahui setelah upacara selesai dan kemudian dilaporkan kepada kepolisian.

"Laporannya pukul 07.30 WIB, tapi memang di-WA itu orang lagi pada upacara. Sudah upacara baru lihat WA-nya, kita langsung datang semuanya, camat, lurah," katanya.

Hingga kini, polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif di balik ancaman bom tersebut. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Ancaman Bom Gegerkan SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Saat Hari Pertama MPLS
Sahroni Dukung Kortas Tipidkor Polri Usut Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya Geledah Delapan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi dan TPPU
Kapolri Serahkan Bantuan Peralatan Karhutla untuk Perkuat Kesiapsiagaan Polda Riau
Polri Tetapkan 32 Tersangka Kasus Pelanggaran Haji dan Umrah, Kerugian Korban Capai Rp116,7 Miliar
KPK Dorong Kampanye Antikorupsi yang Kreatif dan Berdampak di Era Digital
komentar
beritaTerbaru