Sabtu, 24 Oktober 2026

Kemenkes Ajak Masyarakat Hapus Stigma Kusta demi Percepat Eliminasi Penyakit

Senin, 13 Juli 2026 17:10 WIB
Kemenkes Ajak Masyarakat Hapus Stigma Kusta demi Percepat Eliminasi Penyakit
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memberikan kata sambutan di Konferensi Nasional Kusta 2026 bertajuk Percepatan Eliminasi Kusta: Komitmen Indonesia, Kolaborasi Global yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengajak masyarakat untuk menghapus stigma terhadap penyakit kusta dan meningkatkan pemahaman bahwa penyakit tersebut dapat disembuhkan jika ditemukan sejak dini dan diobati secara tuntas.

Dilansir dari laman Kemkes, ajakan tersebut disampaikan dalam Konferensi Nasional Kusta 2026 bertajuk Percepatan Eliminasi Kusta: Komitmen Indonesia, Kolaborasi Global yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan kusta bukanlah penyakit kutukan, melainkan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Menurutnya, obat untuk menyembuhkan kusta telah tersedia secara gratis di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

"Kusta tidak perlu ditakuti. Begitu pasien mulai menjalani pengobatan, risiko penularannya langsung menurun secara signifikan. Karena itu yang paling penting adalah menemukan kasus sedini mungkin," ujar Budi.

Ia menegaskan, selain pengobatan, upaya menghilangkan stigma di masyarakat juga menjadi kunci penting dalam penanganan kusta.

Stigma dan diskriminasi yang masih terjadi membuat banyak penderita enggan memeriksakan diri hingga akhirnya mengalami kecacatan yang sebenarnya dapat dicegah.

Sementara itu, Honorary Chair The Nippon Foundation sekaligus WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Yohei Sasakawa menyatakan bahwa eliminasi kusta tidak hanya berfokus pada penyembuhan pasien, tetapi juga menghapus diskriminasi terhadap orang yang pernah menderita kusta dan keluarganya.

"Penghapusan stigma harus berjalan beriringan dengan upaya penyembuhan penyakit," katanya.

Pesan tersebut diperkuat oleh kesaksian penyintas kusta, Syamsul, yang mengaku mengalami berbagai bentuk diskriminasi sejak kecil, mulai dari perundungan hingga perlakuan tidak manusiawi akibat kurangnya pemahaman masyarakat tentang kusta.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
KPK Hibahkan Aset Rampasan Korupsi Rp9,65 Miliar ke Pemprov DKI, Bakal Jadi Pos Damkar
Kemenkes Kirim 500 Ribu Masker Tambahan per Provinsi untuk Tangani Dampak Karhutla
Kemenkes Perkuat Deteksi Dini Gangguan Penglihatan, 1,6 Juta Orang Terindikasi Bermasalah pada Mata
Kemenkes RI dan Inggris Luncurkan Tangguh+ untuk Perkuat Sistem Kesehatan Indonesia
Densus 88 dan Disdik DKI Gelar Workshop Sekolah Ramah Anak, Cegah Radikalisme dan Cyberbullying
Kapolri Suyudi Ario Seto Silaturahmi ke MUI, Perkuat Sinergi Jaga Keamanan dan Kerukunan
komentar
beritaTerbaru