Minggu, 06 September 2026

Kemenkes Ajak Masyarakat Hapus Stigma Kusta demi Percepat Eliminasi Penyakit

Senin, 13 Juli 2026 17:10 WIB
Kemenkes Ajak Masyarakat Hapus Stigma Kusta demi Percepat Eliminasi Penyakit
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memberikan kata sambutan di Konferensi Nasional Kusta 2026 bertajuk Percepatan Eliminasi Kusta: Komitmen Indonesia, Kolaborasi Global yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengajak masyarakat untuk menghapus stigma terhadap penyakit kusta dan meningkatkan pemahaman bahwa penyakit tersebut dapat disembuhkan jika ditemukan sejak dini dan diobati secara tuntas.

Dilansir dari laman Kemkes, ajakan tersebut disampaikan dalam Konferensi Nasional Kusta 2026 bertajuk Percepatan Eliminasi Kusta: Komitmen Indonesia, Kolaborasi Global yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan kusta bukanlah penyakit kutukan, melainkan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Menurutnya, obat untuk menyembuhkan kusta telah tersedia secara gratis di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

"Kusta tidak perlu ditakuti. Begitu pasien mulai menjalani pengobatan, risiko penularannya langsung menurun secara signifikan. Karena itu yang paling penting adalah menemukan kasus sedini mungkin," ujar Budi.

Ia menegaskan, selain pengobatan, upaya menghilangkan stigma di masyarakat juga menjadi kunci penting dalam penanganan kusta.

Stigma dan diskriminasi yang masih terjadi membuat banyak penderita enggan memeriksakan diri hingga akhirnya mengalami kecacatan yang sebenarnya dapat dicegah.

Sementara itu, Honorary Chair The Nippon Foundation sekaligus WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Yohei Sasakawa menyatakan bahwa eliminasi kusta tidak hanya berfokus pada penyembuhan pasien, tetapi juga menghapus diskriminasi terhadap orang yang pernah menderita kusta dan keluarganya.

"Penghapusan stigma harus berjalan beriringan dengan upaya penyembuhan penyakit," katanya.

Pesan tersebut diperkuat oleh kesaksian penyintas kusta, Syamsul, yang mengaku mengalami berbagai bentuk diskriminasi sejak kecil, mulai dari perundungan hingga perlakuan tidak manusiawi akibat kurangnya pemahaman masyarakat tentang kusta.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemenkes Ingatkan Masyarakat Jangan Abaikan Tanda Gangguan Jiwa, Kenali Sejak Dini
Pertamina Perkuat Ketahanan Energi dan Kembangkan Bisnis Rendah Karbon
Kemenkes dan CEPI Uji Kesiapan Indonesia Hadapi Ancaman Pandemi Baru
Kemenkes Luncurkan 25 Prodi PPDS Hospital-Based, 54 Peserta Batch IV Mulai Pendidikan
Korlantas Polri Perkuat Kamseltibcarlantas Berbasis Data dan Teknologi
Korlantas Polri Evaluasi Turjawali Berbasis Aplikasi, Perkuat Digitalisasi Keselamatan Lalu Lintas
komentar
beritaTerbaru