Sabtu, 05 September 2026

Ancaman Bom Gegerkan SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Saat Hari Pertama MPLS

Senin, 13 Juli 2026 15:39 WIB
Ancaman Bom Gegerkan SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Saat Hari Pertama MPLS
Hari pertama masuk sekolah di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, diwarnai kepanikan setelah sekolah tersebut menerima ancaman bom, Senin (13/7/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Hari pertama masuk sekolah di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, diwarnai kepanikan setelah sekolah tersebut menerima ancaman bom, Senin (13/7/2026).

Dilansir dari laman Humas Polri, peristiwa itu terjadi ketika para siswa baru dan guru sedang mengikuti upacara bendera dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) usai libur semester. Ancaman diketahui dikirim melalui aplikasi pesan instan WhatsApp ke nomor pribadi seorang guru dan petugas tata usaha sekolah.

Mendapat laporan tersebut, pihak kepolisian segera mengambil langkah cepat dengan mengevakuasi seluruh siswa, guru, dan staf sekolah dari area gedung guna mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Tim Gegana dari Korps Brimob Polri bersama Densus 88 Antiteror kemudian diterjunkan ke lokasi untuk melakukan sterilisasi dan penyisiran di seluruh lingkungan sekolah. Petugas memeriksa setiap sudut bangunan, ruang kelas, hingga fasilitas pendukung lainnya guna memastikan tidak ada benda mencurigakan.

"Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror langsung melakukan penyisiran di lingkungan sekolah. Siswa dan guru juga telah dievakuasi sebagai langkah keselamatan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.

Setelah proses penyisiran selesai, lokasi dinyatakan aman dan steril. Penanganan kasus kemudian dilanjutkan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bersama Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Selatan.

Kedua satuan tersebut melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mendalami asal-usul pesan ancaman yang dikirim melalui WhatsApp. "Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan melakukan olah TKP serta mendalami asal pesan ancaman tersebut," kata Budi.

Hingga kini, tim siber kepolisian masih melakukan pelacakan jejak digital untuk mengungkap identitas pengirim ancaman bom tersebut. Polisi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi sambil menunggu hasil penyelidikan resmi. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kantor PWI Sumut Kembali Dibobol Maling, Pipa Tembaga AC Dicuri
Hari Kelima Pascabencana, Pemerintah Kirim 253 Ton Logistik ke NTT
Remisi HUT ke-81 RI, 23 Warga Binaan Lapas Tarutung Langsung Bebas
Pemerintah Percepat Penanganan Pascagempa di NTT
Gempa M7,7 Guncang Flores, Puluhan Pasien Rumah Sakit di Labuan Bajo Dievakuasi
Polda Jabar Musnahkan Barang Bukti Kejahatan, KDM Soroti Knalpot Brong hingga Tramadol
komentar
beritaTerbaru