Ia menambahkan bahwa pendekatan collaborative approach menjadi kunci, yakni kolaborasi antara keluarga, sekolah, pemerintah, akademisi, komunitas, dan masyarakat dalam membangun ekosistem perlindungan yang kuat.
Dari sisi akademisi, Psikolog Forensik Dr Zora Arfina Sukabdi menilai deteksi dini dan perlindungan psikologis sangat penting untuk memperkuat ketahanan generasi muda di era digital.
Sementara itu, Prof Harkristuti Harkrisnowo menekankan pentingnya kebijakan yang berbasis hak asasi manusia dan pendekatan ilmiah agar upaya pencegahan tetap proporsional dan inklusif.
Diskusi tersebut menegaskan bahwa perlindungan generasi muda di era digital membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat antara negara, keluarga, sekolah, dan masyarakat.
"Kolaborasi yang kuat akan melahirkan ketahanan masyarakat yang kuat," tutup Eddy Hartono. (R)
beritaTerkait
komentar