Sabtu, 23 Mei 2026

BNPT dan Densus 88 Perkuat Sinergi Perlindungan Anak dan Literasi Digital untuk Cegah Radikalisme di Era Digital

Sabtu, 23 Mei 2026 20:46 WIB
BNPT dan Densus 88 Perkuat Sinergi Perlindungan Anak dan Literasi Digital untuk Cegah Radikalisme di Era Digital
Penguatan sinergi tersebut mengemuka dalam kegiatan bedah buku berjudul “Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital” yang digelar p, Rabu (20/5/2026) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Jakarta (buseronline.com) - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Densus 88 Antiteror Polri memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan radikalisme di ruang digital melalui pendekatan perlindungan anak, literasi digital, serta penguatan ketahanan masyarakat.

Dilansir dari laman Humas Polri, penguatan sinergi tersebut mengemuka dalam kegiatan bedah buku berjudul "Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital" yang digelar pada Rabu di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah, aparat keamanan, akademisi, psikolog, serta pakar teknologi informasi.

Kepala BNPT, Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono menegaskan bahwa ketahanan masyarakat di era digital hanya dapat dibangun melalui keterlibatan seluruh elemen bangsa.

"Pembangunan ketahanan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Keluarga, sekolah, pemerintah, komunitas, dan seluruh elemen bangsa memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang generasi muda," ujarnya.

Ia menekankan bahwa upaya pencegahan perlu diperkuat melalui pendidikan, literasi digital, dan deteksi dini berbasis komunitas agar masyarakat mampu mengenali potensi ancaman sejak dini.

"Pencegahan yang efektif tumbuh dari lingkungan terdekat masyarakat. Karena itu, penguatan keluarga, sekolah, komunitas, dan ruang sosial menjadi fondasi penting," tambahnya.

Menurut BNPT, strategi tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 yang menitikberatkan pada kesiapsiagaan nasional, kontra-radikalisasi, dan deradikalisasi sebagai upaya lintas sektor.

Sementara itu, Irjen Pol Sentot Prasetyo menegaskan pentingnya perlindungan anak di tengah pesatnya perkembangan ruang digital yang membawa tantangan baru.

"Anak perlu dipahami sebagai pihak yang harus dilindungi dan diperkuat ketahanannya. Literasi digital, lingkungan sosial yang sehat, dan keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan," ujarnya.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Rakernis Densus 88 Bahas Ancaman Terorisme Digital, Tekankan Pencegahan dan Literasi Masyarakat
Densus 88 Polri Gelar Rakernis 2026, Fokus Antisipasi Radikalisme Digital pada Anak dan Remaja
Densus 88 Tangkap Delapan Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulawesi Tengah
Pelajar Dibekali Wawasan Antiradikalisme di Garuda Youth Camp Cibubur
Densus 88 Gelar Roadshow “Ratakan Bali Pro Max” di 70 Sekolah, Tangkal Radikalisme Sejak Dini
Polri Gelar Silaturahmi Kamtibmas di Magelang, Tegaskan Terorisme Musuh Bersama
komentar
beritaTerbaru