Rabu, 06 Mei 2026

Pelajar Dibekali Wawasan Antiradikalisme di Garuda Youth Camp Cibubur

Rabu, 06 Mei 2026 19:15 WIB
Pelajar Dibekali Wawasan Antiradikalisme di Garuda Youth Camp Cibubur
Densus 88 Antiteror Polri melalui Direktorat Pencegahan hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Garuda Youth Camp yang digelar di Buperta Bumi Perkemahan Cibubur, Sabtu (2/5/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Upaya membentengi generasi muda dari ancaman intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) terus diperkuat melalui pendekatan edukatif.

Dilansir dari laman Humas Polri, Densus 88 Antiteror Polri melalui Direktorat Pencegahan hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Garuda Youth Camp yang digelar di Buperta Bumi Perkemahan Cibubur, Sabtu.

Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional ini diikuti sekitar 600 pelajar SMA/SMK dari wilayah Jabodetabek.

Mengusung tema "Pemuda Bersatu, Bangsa Kuat untuk Indonesia Emas 2045", kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam membangun kesadaran ideologis generasi muda.

Ketua Umum BISON, Ginka Febriyanti Br Ginting, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mendorong pelajar untuk berperan aktif dalam menjaga persatuan bangsa.

Dalam sesi pemaparan, perwakilan Direktorat Pencegahan Densus 88, Kombes Pol Moh Dofir bersama Ipda Muhammad Audi Aqshal Afandi menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap pola penyebaran paham radikal yang kini semakin menyasar kalangan pelajar.

"Radikalisasi pada anak seringkali berawal dari hal yang dianggap sepele, seperti konsumsi konten digital tanpa pengawasan. Media sosial dan game online bisa menjadi pintu masuk jika tidak disikapi dengan bijak," ujar Moh Dofir.

Peserta juga dibekali pemahaman mengenai berbagai studi kasus terkait penyebaran paham IRET di kalangan anak dan remaja, termasuk faktor-faktor yang menjadi pemicu keterpaparan.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
PMI Jakarta Timur Gelar Edukasi PHBS untuk Siswa SDN 03 Cililitan
Kemenkes Sebut Udara Jabodetabek Berbahaya, Jangan Anggap Enteng Batuk-Pilek
komentar
beritaTerbaru