Minggu, 28 Juni 2026

CJIBF 2026 Raup Minat Investasi Rp16 Triliun dalam Sehari

Rabu, 13 Mei 2026 12:06 WIB
CJIBF 2026 Raup Minat Investasi Rp16 Triliun dalam Sehari
Acara gala dinner FKD MPU di Hotel Tentrem Semarang, Senin (11/5/2026).

Semarang (buseronline.com) - Central Java Investment Forum (CJIBF) 2026 mencatat capaian positif. Baru sehari dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, forum investasi tersebut berhasil menghimpun 40 letter of intent (LOI) atau nota minat investasi dengan total nilai mencapai Rp16 triliun.

Dilansir dari laman Jatengprov, minat investasi tersebut diperoleh dari rangkaian one on one meeting antara calon investor dengan pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, serta pelaku usaha di Jawa Tengah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan bahwa 40 LOI itu berasal dari pembahasan 21 proyek investasi yang ditawarkan kepada para investor.

"Tentunya ini menjadi tugas dari DPMPTSP untuk mengawal. Kepeminatan yang kemudian sudah tanda tangan letter of intent ini kita kawal untuk betul-betul menjadi realisasi investasi," ujar Sakina di sela acara gala dinner Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) di Hotel Tentrem Semarang, Senin.

Menurut Sakina, proyek yang ditawarkan mencakup berbagai sektor strategis, seperti renewable energy, pertanian dan hilirisasi pangan, pariwisata, hingga pertambangan. Selain itu, empat kawasan industri utama di Jawa Tengah juga menjadi daya tarik bagi investor.

Keempat kawasan industri tersebut yakni Kendal Special Economic Zone, Industropolis Batang Special Economic Zone, Wijayakusuma Industrial Park, dan Jatengland Industrial Park Sayung.

Ia menjelaskan, investor yang menunjukkan minat tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri. Sejumlah negara yang menyatakan ketertarikan investasi di antaranya Thailand, China, dan India.

Sektor yang paling diminati investor domestik meliputi industri manufaktur, biomassa, geothermal, industri garam, serta mocaf dan hilirisasi produk pertanian.

"Ada penanaman modal asing (PMA) dan ada penanaman modal dalam negeri (PMDN). Kepeminatan itu kami kawal terus. Biasanya juga butuh waktu 1-2 tahun untuk realisasi investasi karena investor masih melakukan kajian," jelasnya.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
JK Enterprises Jajaki Investasi Sektor Pertanian dan Energi Surya di Jawa Tengah
IJD Perkuat Konektivitas dan Ekonomi Daerah, Jateng Prioritaskan Akses Wisata pada 2027
Jateng Perkuat Upaya Pencegahan Perundungan di Sekolah
Seleksi Beasiswa Santri Jateng 2026 Dimulai, Lebih dari 800 Pendaftar Ikuti Tahap Penyaringan
Pemprov Jateng dan LPSK Teken MoU Perlindungan Saksi dan Korban
Apindo Dukung Jawa Tengah Jadi Pusat Investasi Nasional
komentar
beritaTerbaru