Rabu, 12 Agustus 2026

Lahan Tidur 12 Tahun di Banjarnegara Disulap Jadi Lahan Produktif Lewat Revola Jateng Optimis

Rabu, 12 Agustus 2026 16:10 WIB
Lahan Tidur 12 Tahun di Banjarnegara Disulap Jadi Lahan Produktif Lewat Revola Jateng Optimis
Lahan yang selama sekitar 12 tahun tidak digarap secara optimal itu ditinjau dan diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Senin (10/8/2026).

Banjarnegara (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menghidupkan kembali lahan tidur yang telah belasan tahun tidak produktif melalui program Revolusi Lahan atau Revola Jateng Optimis.

Dilansir dari laman Jatengprov, program tersebut salah satunya diterapkan di Desa Susukan, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. Lahan yang selama sekitar 12 tahun tidak digarap secara optimal itu ditinjau dan diresmikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Senin.

Ahmad Luthfi mengatakan, Revola Jateng Optimis bertujuan mengoptimalkan lahan tidur agar kembali produktif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap program tersebut dapat diterapkan di seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Menurutnya, masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal dan dapat dikembangkan untuk mendukung ketahanan serta swasembada pangan.

"Saya pengen seluruh kabupaten/kota harus punya Revola, karena saya yakin di seluruh kabupaten/kota masih banyak lahan kita yang tidur nyenyak. Lahan tidur yang tidak pernah digarap," kata Luthfi.

Di Desa Susukan, program Revola diterapkan dengan konsep integrated smart farming pada lahan seluas sekitar 10 hektare. Lahan tersebut dikembangkan secara terpadu dengan berbagai komoditas, seperti kopi, alpukat, tanaman hortikultura, padi, perikanan, serta peternakan ayam dan kambing.

Tanaman kopi dan alpukat juga dimanfaatkan untuk membantu menahan erosi dan menjaga konservasi lahan. Sementara teknologi pertanian pintar diterapkan dengan melibatkan petani milenial.

"Semua tersambung, campur baur, sehingga ujungnya masyarakat sejahtera, masyarakat tidak menganggur, serta lahannya terpakai," ujar Luthfi.

Ia menilai pengembangan lahan melalui kolaborasi berbagai pihak dapat menjadi salah satu model untuk menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus mendukung program pengentasan kemiskinan.

Kepala Desa Susukan, Hasyim Abdullah, mengatakan masyarakat menyambut antusias program tersebut. Selain mengembalikan fungsi lahan, Revola juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memanfaatkan hasil pertanian dan peternakan bagi kebutuhan sehari-hari maupun untuk dijual.

"Revola ini juga memberdayakan masyarakat miskin yang ada di desa kami. Program ini kan baru berjalan sebulan, jadi untuk sementara hasil telur ayam akan dimanfaatkan sendiri, untuk peningkatan gizi. Ke depannya akan meningkatkan pendapatan bagi keluarga miskin," ujarnya.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
297 Lansia di Magelang Tengah Lulus Sekolah Lansia, Didorong Tetap Produktif
Jateng-Kaltim Sepakati Kerja Sama Lintas Sektor, Potensi Ekonomi Tembus Rp20,2 Triliun
Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Jateng Capai 81 Persen
PM-AAS Dongkrak Produktivitas Padi di Brebes hingga 10,43 Ton per Hektare
Sekolah Rakyat di Jateng Tampung 2.692 Siswa, Jadi Upaya Putus Rantai Kemiskinan
Jateng Bentuk Tim Koordinasi Perkuat Pengembangan Geopark
komentar
beritaTerbaru