Sementara itu, perwakilan petani, Nur Fauzi, mengaku terbantu dengan adanya program Revola. Menurutnya, lahan bekas tanaman teh yang selama bertahun-tahun tidak dimanfaatkan kini kembali diolah menjadi lahan pertanian produktif.
"Saya ikut ternak kambing, ayam, perikanan, dan lainnya. Saya juga menanam kopi, alpukat, dan hortikultura seperti cabai, terong hingga padi," katanya.
Fauzi juga mengapresiasi keterlibatan petani muda dalam penerapan teknologi smart farming. Ke depan, petani milenial diharapkan mampu mengoperasikan berbagai teknologi pertanian, seperti drone, mesin penyiram, serta perangkat untuk mengukur unsur tanah.
Program Revola Jateng Optimis diharapkan tidak hanya menghidupkan kembali
lahan tidur, tetapi juga membuka lapangan ekonomi baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan di
Jawa Tengah. (R)
beritaTerkait
komentar