Jumat, 07 Agustus 2026

PM-AAS Dongkrak Produktivitas Padi di Brebes hingga 10,43 Ton per Hektare

Jumat, 07 Agustus 2026 16:25 WIB
PM-AAS Dongkrak Produktivitas Padi di Brebes hingga 10,43 Ton per Hektare
Panen dan tanam padi metode PM-AAS di Desa Kedungneng, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa (4/8/2026).

Brebes (buseronline.com) - Penerapan Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) berhasil meningkatkan produktivitas padi di Desa Kedungneng, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Dilansir dari laman Kementan, pada panen yang digelar Selasa, hasil ubinan mencapai 10,43 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare, hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata produktivitas petani setempat yang selama ini hanya berkisar 5-6 ton per hektare.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti efektivitas PM-AAS sebagai program modernisasi pertanian yang dikembangkan Kementerian Pertanian untuk mendukung percepatan swasembada pangan nasional.

Sistem ini mengintegrasikan penggunaan varietas unggul, mekanisasi pertanian, pemupukan berimbang, pengelolaan air, serta pendampingan intensif kepada petani guna meningkatkan hasil panen sekaligus efisiensi usaha tani.

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengatakan PM-AAS merupakan salah satu strategi utama Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi pangan nasional.

Menurutnya, teknologi tersebut telah melalui penelitian dan pengujian selama hampir dua tahun dengan hasil yang mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan.

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Fadjry Djufry menyebut keberhasilan proyek percontohan PM-AAS di berbagai daerah menjadi dasar perluasan program secara nasional. Tahun ini, penerapan PM-AAS ditargetkan menjangkau satu juta hektare lahan pertanian di Indonesia.

"Pilot project yang kami lakukan di berbagai daerah menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan. Harapannya produktivitas meningkat dan pendapatan petani ikut terdongkrak," ujar Fadjry.

Keberhasilan PM-AAS juga dirasakan langsung oleh petani. Setia, petani asal Desa Kedungneng, mengaku awalnya ragu menerapkan metode budidaya tersebut karena berbeda dengan kebiasaan bertani yang selama ini dilakukan.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Sekolah Rakyat di Jateng Tampung 2.692 Siswa, Jadi Upaya Putus Rantai Kemiskinan
Jateng Bentuk Tim Koordinasi Perkuat Pengembangan Geopark
Pemerintah Distribusikan 5,5 Juta Buku Bacaan Bermutu untuk Tingkatkan Literasi Nasional
Investor AS Siap Bangun Fasilitas Pengolahan Sampah di Soloraya, Dukung Target Zero Sampah Jateng 2028
418 Posyandu di Kota Pekalongan Bertransformasi Menjadi Posyandu 6 SPM
Pemprov Jateng Luncurkan Pedoman PAUD Emas untuk Perkuat Pendidikan Anak Usia Dini
komentar
beritaTerbaru