Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) kembali memperkuat upaya peningkatan kompetensi guru di era transformasi digital dengan menggelar Korean e-Learning Improvement Cooperation (KLIC) 2026.
Dilansir dari laman
Kemendikdasmen, program hasil kerja sama dengan Gangwon State Office of Education, Republik Korea, tersebut resmi dibuka di Jakarta, Senin.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani mengatakan program KLIC merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas guru Indonesia melalui penguasaan teknologi pendidikan, kolaborasi internasional, serta pengembangan pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada peserta didik.
"Transformasi pembelajaran hanya dapat berjalan optimal apabila guru memiliki kompetensi digital yang kuat serta mampu mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran yang bermakna," ujar Nunuk saat membuka kegiatan.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Menurutnya, teknologi tidak lagi hanya menjadi perangkat pendukung, tetapi telah menjadi bagian penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Arif Jamali, mengatakan pelibatan guru SMA dalam KLIC 2026 merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menyiapkan tenaga pendidik yang mampu menerapkan pembelajaran berbasis teknologi.
Langkah tersebut juga mendukung kebijakan nasional mengenai Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Koding, dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) di satuan pendidikan.
Menurut Arif, kolaborasi internasional seperti KLIC memberikan kesempatan bagi guru Indonesia untuk mempelajari praktik-praktik terbaik dalam pembelajaran digital dari negara yang telah berhasil mengembangkan ekosistem pendidikan berbasis teknologi.
Program KLIC 2026 diikuti oleh 24 guru terpilih dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Selama pelatihan, para peserta akan mendapatkan pembekalan dari instruktur ahli asal Republik Korea untuk memperkuat kemampuan dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses pembelajaran.
beritaTerkait
komentar