Jumat, 07 Agustus 2026

Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Digital Guru melalui Program KLIC 2026

Jumat, 07 Agustus 2026 14:50 WIB
Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Digital Guru melalui Program KLIC 2026
Kemendikdasmen RI melalui Ditjen GTK kembali memperkuat upaya peningkatan kompetensi guru di era transformasi digital dengan menggelar KLIC 2026. Program hasil kerja sama dengan Gangwon State Office of Education, Republik Korea, tersebut resmi dibuka di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) kembali memperkuat upaya peningkatan kompetensi guru di era transformasi digital dengan menggelar Korean e-Learning Improvement Cooperation (KLIC) 2026.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, program hasil kerja sama dengan Gangwon State Office of Education, Republik Korea, tersebut resmi dibuka di Jakarta, Senin.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani mengatakan program KLIC merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas guru Indonesia melalui penguasaan teknologi pendidikan, kolaborasi internasional, serta pengembangan pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada peserta didik.

"Transformasi pembelajaran hanya dapat berjalan optimal apabila guru memiliki kompetensi digital yang kuat serta mampu mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran yang bermakna," ujar Nunuk saat membuka kegiatan.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Menurutnya, teknologi tidak lagi hanya menjadi perangkat pendukung, tetapi telah menjadi bagian penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Arif Jamali, mengatakan pelibatan guru SMA dalam KLIC 2026 merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menyiapkan tenaga pendidik yang mampu menerapkan pembelajaran berbasis teknologi.

Langkah tersebut juga mendukung kebijakan nasional mengenai Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Koding, dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) di satuan pendidikan.

Menurut Arif, kolaborasi internasional seperti KLIC memberikan kesempatan bagi guru Indonesia untuk mempelajari praktik-praktik terbaik dalam pembelajaran digital dari negara yang telah berhasil mengembangkan ekosistem pendidikan berbasis teknologi.

Program KLIC 2026 diikuti oleh 24 guru terpilih dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Selama pelatihan, para peserta akan mendapatkan pembekalan dari instruktur ahli asal Republik Korea untuk memperkuat kemampuan dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses pembelajaran.

Sementara itu, Direktur Guru Pendidikan Dasar, Rachmadi Widdiharto menegaskan bahwa transformasi pendidikan menuntut guru terus meningkatkan kompetensinya agar mampu menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital.

"Keberhasilan implementasi program prioritas memerlukan guru yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijak sekaligus mengintegrasikannya ke dalam proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik," katanya.

Acara pembukaan turut dihadiri jajaran pimpinan Kemendikdasmen dan delegasi Republik Korea yang dipimpin Director Gangwon State International Education Institute, Kim Kibok, beserta tim instruktur.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, peserta terbaik dari 24 guru yang mengikuti pelatihan akan dipilih untuk mengikuti advanced training di Republik Korea pada 2026. Melalui program tersebut, pemerintah berharap lahir guru-guru yang mampu menjadi agen perubahan dalam pengembangan pembelajaran digital di Indonesia. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Resmikan Ruang Kelas Darurat dan Revitalisasi SMP Insani Sorkam Pascabanjir
Kemendikdasmen Revitalisasi SLBN Purwosari dan Salurkan Buku Bacaan Bermutu di Kudus
Kemendikdasmen Perkuat Tracer Study SMK 2026 untuk Tingkatkan Kualitas Lulusan Vokasi
Kemendikdasmen Luncurkan Penelusuran Tamatan SMK 2026, Perkuat Kualitas Pendidikan Vokasi Berbasis Data
Kemendikdasmen Distribusikan 5,5 Juta Buku Bacaan Bermutu untuk SD dan SMP
Kemendikdasmen Perkuat Perlindungan Murid Lewat Empat Pilar Pendidikan dan Pembatasan Gawai
komentar
beritaTerbaru