Sabtu, 03 Oktober 2026

OPSI 2026 Jadi Wadah Pengembangan Talenta Penelitian dan Inovasi Siswa

Sabtu, 03 Oktober 2026 17:20 WIB
OPSI 2026 Jadi Wadah Pengembangan Talenta Penelitian dan Inovasi Siswa
Kemendikdasmen RI melalui Puspresnas terus memperkuat pengembangan bakat siswa di bidang penelitian dan inovasi melalui OPSI 2026.

Tangerang Selatan (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) terus memperkuat pengembangan bakat siswa di bidang penelitian dan inovasi melalui Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, penutupan dan pemberian medali OPSI 2026 menjadi momentum untuk menegaskan bahwa prestasi yang diraih siswa bukanlah tujuan akhir, melainkan menjadi pintu gerbang menuju pembelajaran, peningkatan kompetensi, serta pengembangan diri.

Sebanyak 250 talenta penelitian dan inovasi dari jenjang pendidikan dasar dan menengah mengikuti seri final OPSI 2026 yang berlangsung pada 24-30 September 2026. Pelaksanaan OPSI merupakan bagian dari Manajemen Talenta Siswa sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 25 Tahun 2025.

Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah untuk Peningkatan Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) serta Kompetensi Guru, Maila Dinia Husni Rahiem, mengatakan OPSI menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan dan mewujudkan bakat mereka di bidang penelitian.

Menurutnya, OPSI juga menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem manajemen talenta yang mendukung proses identifikasi, pengembangan, perwujudan, hingga keberlanjutan bakat siswa.

"Pemerintah ingin memastikan bahwa talenta OPSI memiliki kesempatan untuk berkembang secara berkelanjutan melalui apresiasi dan partisipasi universal, termasuk dari universitas dan dunia industri," ujar Maila saat menutup OPSI di Tangerang Selatan, pada 29 September 2026.

Maila menegaskan bahwa OPSI tidak hanya berbicara mengenai perolehan medali. Pengalaman yang diperoleh peserta selama mengikuti kompetisi menjadi bagian penting dalam membangun karakter sekaligus mengembangkan kapasitas mereka sebagai peneliti muda.

"Prestasi hari ini adalah gerbang menuju peluang di masa depan. Kesempatan untuk belajar lebih banyak, mengembangkan bakat, mendapatkan pengalaman baru, berkompetisi di level yang lebih tinggi, dan bagi sebagian orang, membawa nama Indonesia ke panggung internasional dengan berpartisipasi dalam proses seleksi Beasiswa Talenta Indonesia," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Puspresnas Maria Veronica Irene Herdjiono mengatakan OPSI memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kompetisi yang hanya berorientasi pada penyelesaian masalah.

Dalam penelitian, siswa tidak hanya dituntut memecahkan persoalan, tetapi juga harus mampu memahami bagaimana suatu masalah dapat diidentifikasi dan dicarikan solusinya.

"Dalam kompetisi lain, siswa diminta untuk memecahkan masalah. Tetapi dalam penelitian, mereka tidak memecahkan masalah, melainkan memikirkan bagaimana cara memecahkan masalah," kata Irene.

Rangkaian final OPSI 2026 tidak hanya diisi dengan presentasi penelitian. Peserta juga mengikuti pameran hasil penelitian serta Research Idea Challenge (RICh), yang menantang peserta menghasilkan gagasan untuk menyelesaikan persoalan secara spontan dalam waktu terbatas.

Pengembangan talenta peserta juga diperkuat melalui program Kolaborasi Pengembangan Talenta Indonesia (BTI) yang digelar pada 28 September 2026. Program tersebut berfokus pada penguatan enam kompetensi atau 6C, yakni berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, karakter, dan kewarganegaraan.

Irene menjelaskan, penguatan enam kompetensi tersebut bertujuan membekali talenta penelitian dengan kemampuan yang lebih komprehensif, baik dari sisi akademik maupun karakter dan kemampuan berinteraksi.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Pancasila melalui Budaya Sekolah
Kemendikdasmen dan OJK Perkuat Literasi Keuangan Siswa melalui Rumah Pendidikan
Kemendikdasmen Dorong Transformasi Layanan BK di Sekolah
Kemendikdasmen Perluas Akses Pelatihan Guru di Tengah Perkembangan AI
Kemendikdasmen Perkuat Diplomasi Indonesia-Prancis Lewat Bahasa dan Sastra
Kemendikdasmen Fasilitasi 32.828 Guru Lanjut S1/D4 pada 2026
komentar
beritaTerbaru