Namun setelah melihat pertumbuhan tanaman yang lebih baik hingga menghasilkan panen melimpah, ia bertekad menerapkan metode tersebut pada musim tanam berikutnya.
Peningkatan produktivitas di
Brebes dicapai melalui penerapan teknologi budidaya secara terpadu, mulai dari sistem tanam jajar legowo, pemupukan berimbang, hingga pengelolaan pengairan berselang menggunakan metode Alternate Wetting and Drying (AWD).
Sementara itu, Kepala BRMP Jawa Tengah, Arif Surahman, mengatakan penerapan PM-AAS di provinsi tersebut akan terus diperluas. Hingga September 2026, program ini ditargetkan mencakup 138.284 hektare lahan.
Selain penyediaan alat dan mesin pertanian, sekitar 4.000 petani dan 300 aparatur telah mendapat pelatihan dan pendampingan untuk memperkuat penerapan teknologi di lapangan.
Pemerintah berharap keberhasilan PM-AAS di Brebes dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mempercepat modernisasi pertanian, meningkatkan produktivitas, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan. (R)
beritaTerkait
komentar