Sakina menambahkan, penyelenggaraan CJIBF menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan capaian investasi
Jawa Tengah. Pada 2025 lalu, realisasi investasi di provinsi tersebut mencapai Rp110 triliun dan diharapkan meningkat pada tahun ini.
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, investasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I 2026 mencapai 5,89 persen atau lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sebesar 5,61 persen. "Artinya, untuk meningkatkan ekonomi di wilayah kita perlu adanya forum-forum seperti ini," kata Luthfi.
Untuk mendukung iklim investasi, Pemerintah Provinsi
Jawa Tengah juga menyiapkan sekitar 12 kawasan industri dan ekonomi khusus baru melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. (R)
beritaTerkait
komentar