Rabu, 12 Agustus 2026

CJIBF 2026 Raup Minat Investasi Rp16 Triliun dalam Sehari

Rabu, 13 Mei 2026 12:06 WIB
CJIBF 2026 Raup Minat Investasi Rp16 Triliun dalam Sehari
Acara gala dinner FKD MPU di Hotel Tentrem Semarang, Senin (11/5/2026).

Semarang (buseronline.com) - Central Java Investment Forum (CJIBF) 2026 mencatat capaian positif. Baru sehari dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, forum investasi tersebut berhasil menghimpun 40 letter of intent (LOI) atau nota minat investasi dengan total nilai mencapai Rp16 triliun.

Dilansir dari laman Jatengprov, minat investasi tersebut diperoleh dari rangkaian one on one meeting antara calon investor dengan pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, serta pelaku usaha di Jawa Tengah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan bahwa 40 LOI itu berasal dari pembahasan 21 proyek investasi yang ditawarkan kepada para investor.

"Tentunya ini menjadi tugas dari DPMPTSP untuk mengawal. Kepeminatan yang kemudian sudah tanda tangan letter of intent ini kita kawal untuk betul-betul menjadi realisasi investasi," ujar Sakina di sela acara gala dinner Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) di Hotel Tentrem Semarang, Senin.

Menurut Sakina, proyek yang ditawarkan mencakup berbagai sektor strategis, seperti renewable energy, pertanian dan hilirisasi pangan, pariwisata, hingga pertambangan. Selain itu, empat kawasan industri utama di Jawa Tengah juga menjadi daya tarik bagi investor.

Keempat kawasan industri tersebut yakni Kendal Special Economic Zone, Industropolis Batang Special Economic Zone, Wijayakusuma Industrial Park, dan Jatengland Industrial Park Sayung.

Ia menjelaskan, investor yang menunjukkan minat tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri. Sejumlah negara yang menyatakan ketertarikan investasi di antaranya Thailand, China, dan India.

Sektor yang paling diminati investor domestik meliputi industri manufaktur, biomassa, geothermal, industri garam, serta mocaf dan hilirisasi produk pertanian.

"Ada penanaman modal asing (PMA) dan ada penanaman modal dalam negeri (PMDN). Kepeminatan itu kami kawal terus. Biasanya juga butuh waktu 1-2 tahun untuk realisasi investasi karena investor masih melakukan kajian," jelasnya.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Lahan Tidur 12 Tahun di Banjarnegara Disulap Jadi Lahan Produktif Lewat Revola Jateng Optimis
297 Lansia di Magelang Tengah Lulus Sekolah Lansia, Didorong Tetap Produktif
Jateng-Kaltim Sepakati Kerja Sama Lintas Sektor, Potensi Ekonomi Tembus Rp20,2 Triliun
Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Jateng Capai 81 Persen
PM-AAS Dongkrak Produktivitas Padi di Brebes hingga 10,43 Ton per Hektare
Sekolah Rakyat di Jateng Tampung 2.692 Siswa, Jadi Upaya Putus Rantai Kemiskinan
komentar
beritaTerbaru