Rabu, 06 Mei 2026

Produksi Beras Semester I 2026 Naik Tipis, BPS: Tren Tetap Stabil

Rabu, 06 Mei 2026 17:05 WIB
Produksi Beras Semester I 2026 Naik Tipis, BPS: Tren Tetap Stabil
BPS mencatat kinerja produksi padi dan beras nasional pada Semester I 2026 menunjukkan tren yang relatif stabil dengan kecenderungan meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Jakarta (buseronline.com) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja produksi padi dan beras nasional pada Semester I 2026 menunjukkan tren yang relatif stabil dengan kecenderungan meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dilansir dari laman Kementan, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan total produksi beras pada Januari-Juni 2026 diperkirakan mencapai 19,31 juta ton.

Angka tersebut meningkat sebesar 0,05 juta ton atau 0,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar 19,26 juta ton.

"Peningkatan ini menunjukkan kinerja produksi yang tetap terjaga meskipun pertumbuhannya relatif tipis," ujar Ateng, Senin.

Ia menjelaskan, produksi beras pada Maret 2026 diperkirakan mencapai 5,04 juta ton. Sementara itu, potensi produksi pada April hingga Juni 2026 diperkirakan sebesar 9,61 juta ton.

Dari sisi produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG), BPS memperkirakan total produksi Januari-Juni 2026 mencapai 33,52 juta ton. Jumlah ini meningkat 0,09 juta ton atau 0,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Produksi GKG pada Maret 2026 diperkirakan sebesar 8,75 juta ton, dengan potensi produksi April-Juni 2026 mencapai 16,68 juta ton berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) Maret 2026.

Selain itu, produksi dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) juga mengalami kenaikan. Total produksi Januari-Juni 2026 diperkirakan mencapai 40,08 juta ton, meningkat 0,14 juta ton atau 0,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 39,94 juta ton.

Untuk Maret 2026, produksi GKP diperkirakan mencapai 10,48 juta ton, sedangkan potensi produksi April-Juni 2026 sebesar 19,93 juta ton. Dari sisi luas panen, BPS mencatat adanya peningkatan tipis.

Total luas panen padi pada Januari-Juni 2026 diperkirakan mencapai 6,27 juta hektare, atau meningkat 0,01 juta hektare (0,22 persen) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Realisasi luas panen pada Maret 2026 tercatat sebesar 1,61 juta hektare, dengan potensi luas panen April-Juni 2026 diperkirakan mencapai 3,16 juta hektare.

Ateng menegaskan bahwa capaian ini menunjukkan konsistensi produksi padi nasional yang tetap terjaga, terutama didukung oleh fase panen pada triwulan kedua.

"Namun demikian, ke depan tetap perlu diwaspadai faktor cuaca dan kondisi sumber daya air yang dapat memengaruhi produksi," pungkasnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Produksi Padi Jateng Capai 4,69 Juta Ton hingga April 2026
Ekspor Sawit RI Melonjak Awal 2026, Nilai Tembus US$4,69 Miliar
Gubernur Sumut Terbitkan SE Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi Jelang Hari Raya
Jelang Tutup Tahun 2025, Nilai Tukar Petani dan Nilai Tukar Usaha Petani Alami Kenaikan
BPS Catat Inflasi Jabar Mencapai 0,16 Persen di Bulan November
Rakornas BPSDM Dibuka Mendagri Bersama Pj Gubernur Sumut di Palembang
komentar
beritaTerbaru