Sabtu, 27 Juni 2026

Kemendikdasmen Perkuat Ketahanan Siber Pendidikan melalui Bug Bounty 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 18:08 WIB
Kemendikdasmen Perkuat Ketahanan Siber Pendidikan melalui Bug Bounty 2026
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen RI Suharti.

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat keamanan siber di sektor pendidikan melalui penyelenggaraan Program Bug Bounty 2026 dan EDUCSIRT Summit 2026.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, mengusung tema Build Cyber Resilience, program ini menjadi langkah strategis untuk membangun ketahanan digital sekaligus melindungi data jutaan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen RI Suharti mengatakan keamanan siber merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, keberhasilan Program Bug Bounty tidak hanya memperkuat sistem layanan pendidikan digital, tetapi juga mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.

"Program Bug Bounty tidak hanya memberikan dampak nyata, tetapi juga membanggakan Indonesia di tingkat internasional. Ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus berinovasi dan menghadirkan layanan pendidikan digital yang aman, andal, dan tangguh," ujar Suharti.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menjelaskan bahwa Bug Bounty merupakan program pelopor tata kelola keamanan siber di lingkungan pemerintahan Indonesia.

Program tersebut membuka ruang bagi para ethical hacker untuk mengidentifikasi dan melaporkan celah keamanan sistem secara bertanggung jawab. Penyelenggaraan Bug Bounty 2026 yang berlangsung pada 6 April hingga 25 Mei mencatat rekor partisipasi tertinggi sejak program dimulai.

Sebanyak 1.626 peserta mengikuti kegiatan tersebut, meningkat sekitar 619 persen dibandingkan tahun 2022 yang hanya diikuti 226 peserta. Sejak pertama kali digelar pada 2022, sebanyak 3.338 peretas etis dari 34 provinsi telah menguji keamanan 68 aplikasi strategis Kemendikdasmen.

Ke depan, Pusdatin akan mengembangkan Bug Bounty menjadi platform berkelanjutan yang dapat diakses sepanjang tahun melalui situs Aman Bersama, sehingga proses pengujian keamanan sistem dapat dilakukan secara berkesinambungan. Keberhasilan program ini juga mendapat pengakuan internasional.

Pada 2026, Program Bug Bounty Pusdatin Kemendikdasmen berhasil meraih predikat Champion pada WSIS Prizes 2026 yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui forum World Summit on the Information Society.

Penghargaan tersebut menjadi bukti kontribusi Indonesia dalam mendukung pembangunan pendidikan berkualitas dan penguatan infrastruktur digital.

Dalam EDUCSIRT Summit 2026, peserta yang terdiri atas siswa, mahasiswa, guru, dan dosen juga dibekali pemahaman mengenai tantangan keamanan siber di era kecerdasan buatan (AI).

Praktisi digital forensik Joshua M Sinambela menekankan pentingnya memanfaatkan AI untuk meningkatkan sistem deteksi dan pencegahan ancaman siber.

Sementara itu, Tenaga Ahli Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Donny Budi Utoyo, mengingatkan bahwa manusia tetap memiliki keunggulan berupa kreativitas, kebijaksanaan, dan kemampuan berpikir kritis sehingga AI harus dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan kapasitas, bukan menggantikan peran manusia.

Sebagai bentuk apresiasi, Kemendikdasmen memberikan penghargaan kepada 12 pemenang terbaik dari kategori siswa, mahasiswa, guru, dan dosen.

Para pemenang menerima sertifikat nasional, uang pembinaan dengan total Rp200 juta, serta kesempatan bergabung dalam komunitas Manggala Edu, wadah kolaborasi bagi talenta-talenta keamanan siber dari berbagai jenjang pendidikan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Tekankan Keseimbangan Digitalisasi dan Pembelajaran Konvensional
Kemendikdasmen Hadirkan Listrik dan Internet Starlink untuk Sekolah di Nias Utara
Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Berkelanjutan untuk Siapkan Generasi Peduli Lingkungan
Kemendikdasmen Percepat Pemulihan Pendidikan Pascabencana di Sumatera
Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Berkelanjutan Melalui Pembelajaran Berbasis Lingkungan
Kemendikdasmen Tegaskan Kesetaraan Pendidikan bagi Siswa Sekolah Negeri dan Swasta
komentar
beritaTerbaru