Sabtu, 27 Juni 2026

Kemendikdasmen Tekankan Keseimbangan Digitalisasi dan Pembelajaran Konvensional

Sabtu, 27 Juni 2026 15:55 WIB
Kemendikdasmen Tekankan Keseimbangan Digitalisasi dan Pembelajaran Konvensional
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq saat menghadiri kegiatan pelatihan Digitalisasi Pembelajaran di BBPPMPV BOE Malang, Jawa Timur.

Malang (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan tidak dimaksudkan untuk menggantikan metode pembelajaran yang telah berjalan baik, melainkan memperkaya pengalaman belajar peserta didik.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, pemanfaatan teknologi harus tetap diimbangi dengan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada murid serta mempertahankan peran guru sebagai fasilitator utama.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, saat menghadiri kegiatan pelatihan Digitalisasi Pembelajaran di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang, Jawa Timur.

Menurut Fajar, transformasi digital di dunia pendidikan tidak cukup hanya menghadirkan perangkat teknologi ke ruang kelas. Pemanfaatan teknologi harus dilakukan secara bijaksana agar tidak mengurangi kreativitas peserta didik maupun inovasi guru dalam proses pembelajaran.

"Jangan sampai murid kehilangan daya kreativitasnya, guru kehilangan inovasinya. Kalau seperti itu, maka IFP telah menggantikan peran-peran pedagogis guru, dan itu adalah satu musibah," tegasnya.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi memang membuka akses informasi yang semakin luas. Namun, penggunaan perangkat digital secara berlebihan juga membawa tantangan baru, seperti menurunnya fokus belajar, meningkatnya kecemasan, hingga munculnya fenomena brain rot akibat paparan gawai yang tidak terkendali.

Untuk itu, Kemendikdasmen menerapkan pendekatan pembelajaran yang seimbang melalui transformasi pedagogis berbasis Deep Learning. Selain memanfaatkan teknologi seperti Interactive Flat Panel (IFP), pemerintah juga tetap mempertahankan kebiasaan menulis secara manual melalui penyediaan buku tulis guna mendukung perkembangan motorik halus dan kemampuan berpikir kritis peserta didik.

Komitmen tersebut mendapat respons positif dari para guru peserta pelatihan. Ari, guru PPKn, Desain Komunikasi Visual, dan Informatika dari SMK Industri Mojokerto, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru terkait pemanfaatan fitur-fitur perangkat pembelajaran digital.

Ia mengatakan, pelatihan tersebut juga menjadi bekal untuk membagikan pengetahuan kepada rekan-rekan guru di sekolah melalui program pengimbasan, sehingga pemanfaatan teknologi dapat diterapkan secara lebih optimal dalam proses belajar mengajar.

Melalui penguatan kapasitas guru dan pemanfaatan teknologi yang tepat, Kemendikdasmen berharap transformasi digital mampu meningkatkan kualitas pembelajaran tanpa menghilangkan nilai-nilai pedagogis yang menjadi fondasi pendidikan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Hadirkan Listrik dan Internet Starlink untuk Sekolah di Nias Utara
Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Berkelanjutan untuk Siapkan Generasi Peduli Lingkungan
Kemendikdasmen Percepat Pemulihan Pendidikan Pascabencana di Sumatera
Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Berkelanjutan Melalui Pembelajaran Berbasis Lingkungan
Kemendikdasmen Tegaskan Kesetaraan Pendidikan bagi Siswa Sekolah Negeri dan Swasta
Kemendikdasmen Gelar Sosialisasi EKKA 2026 untuk Siapkan Talenta AI Muda
komentar
beritaTerbaru