Angka itu diperkirakan meningkat menjadi 19,99 juta ton pada 2030 dan sekitar 31,15 juta ton pada 2045. Untuk mendukung target tersebut,
Kementan memperkuat Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dengan mengganti tanaman tua dan tidak produktif menggunakan benih unggul bersertifikat.
Selain itu, pemerintah juga mendorong intensifikasi melalui pemupukan berimbang, mekanisasi, digitalisasi budidaya, pembangunan infrastruktur kebun, hingga pendampingan kepada pekebun.
Hingga 27 Juli 2026, realisasi rekomendasi teknis Program PSR telah mencapai 23.688 hektare atau 47,4 persen dari target 50.000 hektare pada tahun ini. Data Kementerian Pertanian mencatat luas perkebunan kelapa sawit nasional hingga 2025 mencapai sekitar 16,83 juta hektare yang tersebar di 28 provinsi.
Dari total tersebut, 6,93 juta hektare merupakan perkebunan rakyat, 8,40 juta hektare dikelola perusahaan swasta, dan sekitar 607 ribu hektare merupakan perkebunan besar negara.
Melalui optimalisasi lahan, penggunaan benih unggul, penerapan teknologi, dan penguatan kapasitas pekebun, pemerintah berharap kebutuhan CPO untuk pasar domestik maupun ekspor dapat terpenuhi sekaligus meningkatkan kesejahteraan sekitar 3,04 juta pekebun sawit di Indonesia. (R)
beritaTerkait
komentar