Jumat, 05 Juni 2026

Pemprov Jabar Raih Opini WTP ke-15 Berturut-turut dari BPK RI

Jumat, 05 Juni 2026 11:55 WIB
Pemprov Jabar Raih Opini WTP ke-15 Berturut-turut dari BPK RI
Penyerahan LHP BPK RI atas LKPD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2025 dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Jabar, Rabu (3/6/2026).

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menorehkan prestasi dalam pengelolaan keuangan daerah dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Capaian tersebut menjadi opini WTP ke-15 yang diraih secara berturut-turut oleh Pemprov Jawa Barat.

Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI atas LKPD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2025 dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Jabar, Rabu.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut raihan opini WTP merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menjalankan pembangunan dan mengelola keuangan daerah secara efektif.

Menurutnya, capaian tersebut tidak boleh hanya menjadi indikator keberhasilan administrasi keuangan, tetapi juga harus mendorong peningkatan kualitas pembangunan dan pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Semoga WTP yang diberikan ini merupakan cerminan kinerja efektif Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pembangunan. Dan semoga kita tidak hanya puas pada WTP, tetapi juga pada kepuasan publik serta kualitas pembangunan yang dirasakan masyarakat," ujar Dedi Mulyadi dilansir dari laman Jabarprov.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Jawa Barat, BPK RI, BPK Perwakilan Jawa Barat, serta seluruh aparatur sipil negara yang terlibat dalam pengelolaan keuangan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi berharap BPK RI dapat melakukan pemeriksaan yang lebih menyeluruh terhadap laporan keuangan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jabar sehingga hasil audit menjadi lebih optimal dan komprehensif.

Selain itu, ia menyoroti sejumlah catatan BPK terkait pengelolaan belanja daerah. Menurutnya, target pendapatan daerah relatif tercapai, namun realisasi dana transfer dari pemerintah pusat, khususnya Dana Bagi Hasil (DBH), masih menjadi tantangan.

Dedi juga berharap BPK dapat memfasilitasi rekonsiliasi antara Pemprov Jabar dan Kementerian Keuangan terkait kewajiban pembayaran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan dana bagi hasil yang belum sepenuhnya diterima daerah.

"Pemprov Jabar punya kewajiban membayar dana Pemulihan Ekonomi Nasional kepada pemerintah pusat. Tetapi pemerintah pusat juga punya kewajiban membayar Dana Bagi Hasil yang belum terbayarkan kepada pemerintah daerah. Semoga bisa dilakukan rekonsiliasi sehingga catatan APBD dapat ditutup dengan baik," katanya.

Gubernur juga menyoroti keterlambatan pencairan dana transfer dari pemerintah pusat yang dinilai berdampak pada pengelolaan fiskal daerah dan pelaksanaan berbagai program pembangunan.

Sementara terkait pengelolaan dana pendidikan dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dedi mengakui masih terdapat kelemahan administrasi di sejumlah sekolah akibat keterbatasan tenaga pengelola administrasi. Kondisi tersebut akan menjadi perhatian pemerintah daerah untuk segera diperbaiki.

Di sisi lain, Anggota BPK RI Bobby Adhityo Rizaldi menyatakan dukungannya terhadap langkah DPRD dan Pemprov Jawa Barat dalam menindaklanjuti berbagai rekomendasi hasil pemeriksaan BPK.

Ia menegaskan bahwa penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara efektif dan efisien merupakan hal yang sangat penting karena setiap anggaran yang dialokasikan berasal dari kepercayaan dan harapan masyarakat.

Dengan raihan opini WTP ke-15 secara berturut-turut ini, Pemprov Jawa Barat diharapkan terus memperkuat tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel, sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan serta pelayanan publik bagi masyarakat. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemprov Jabar Perkuat Sinergi Tangani TPPO dan Lindungi Perempuan-Anak
Pemprov Jabar Tanggung Biaya Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur
komentar
beritaTerbaru