Minggu, 01 November 2026

Pemprov Jabar Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah, Targetkan 50 Persen ATS Kembali Bersekolah pada 2029

Sabtu, 25 Juli 2026 13:25 WIB
Pemprov Jabar Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah, Targetkan 50 Persen ATS Kembali Bersekolah pada 2029
Sekda Jawa Barat Herman Suryatman.

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) memperkuat komitmennya dalam percepatan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui Rapat Koordinasi Penanganan ATS Tahun 2026 yang digelar di Aula Ki Hajar Dewantara, Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu.

Dilansir dari laman Jabarprov, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman menegaskan bahwa pendidikan merupakan amanat konstitusi sekaligus fondasi utama dalam menyiapkan generasi masa depan.

Menurutnya, persoalan anak tidak sekolah harus menjadi perhatian seluruh pihak dan ditangani secara serius oleh semua tingkatan pemerintahan. Berdasarkan data yang tersedia, Jawa Barat masih memiliki ratusan ribu anak tidak sekolah mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bersama yang harus segera diatasi melalui langkah-langkah yang terintegrasi. Pemprov Jabar menargetkan pada tahun 2029 sedikitnya 50 persen anak tidak sekolah dapat kembali memperoleh layanan pendidikan.

Bahkan, pemerintah berharap seluruh anak yang belum mengenyam pendidikan dapat kembali bersekolah sehingga tidak ada lagi anak Jawa Barat yang kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan.

Untuk mendukung percepatan penanganan ATS, Pemprov Jabar tengah menyiapkan platform digital Sada Jabar yang akan memuat data ATS secara rinci hingga tingkat desa dan kelurahan.

Platform tersebut akan dilengkapi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menganalisis penyebab anak tidak sekolah sekaligus memberikan rekomendasi penanganan yang tepat sasaran. Selain pemanfaatan teknologi, Sekda menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

Penanganan ATS tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, dunia usaha, media, dan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto mengatakan penanganan ATS akan lebih efektif apabila seluruh struktur pemerintahan bergerak secara terintegrasi.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Jawa Barat Raih Adibahasa 2026, Indeks Pembangunan Kebahasaan Lampaui Rata-rata Nasional
Wagub Erwan Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Sistem Kesehatan Jawa Barat
184 Pelajar SMP di Bandung Raih Penghargaan Duke of Edinburgh, 17 Siswa Capai Gold Award
West Java Expo 2026 Catat Transaksi Rp477,3 Miliar, Produk Jabar Tembus Pasar Global
Bareskrim Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Rp5,8 Miliar, Dua Orang Ditangkap
Sekda Jabar Ajak Pemuda Sunda Berkontribusi Nyata untuk Kemajuan Daerah
komentar
beritaTerbaru