Selasa, 01 September 2026

FAO Waspadai Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Tunjukkan Ketahanan dan Surplus Produksi

Minggu, 24 Mei 2026 10:00 WIB
FAO Waspadai Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Tunjukkan Ketahanan dan Surplus Produksi
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Jakarta (buseronline.com) - Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia FAO memperingatkan potensi krisis pangan global akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dan ancaman gangguan rantai pasok internasional.

Dilansir dari laman Kementan, salah satu risiko yang disorot adalah kemungkinan penutupan jalur perdagangan strategis seperti Selat Hormuz yang dapat memicu guncangan besar pada sistem pangan dunia.

Kepala Ekonom FAO, Maximo Torero menegaskan bahwa setiap negara perlu segera memperkuat kapasitas dan ketahanan pangan nasional untuk menghadapi ketidakpastian global yang semakin kompleks.

"Saatnya telah tiba untuk mulai serius meningkatkan kapasitas pangan dan ketahanan terhadap berbagai gangguan," ujarnya dalam pernyataan pada 18 Mei 2026.

Di tengah peringatan tersebut, Indonesia justru berada dalam posisi relatif kuat. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa produksi pangan nasional saat ini berada di atas kebutuhan domestik, sehingga kondisi pasokan dinilai aman.

Menurutnya, produksi beras nasional mencapai sekitar 2,6 hingga 5,7 juta ton per bulan, sementara kebutuhan hanya sekitar 2,5 juta ton. "Artinya kita surplus dan kondisi pangan dalam keadaan aman," ujarnya.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menambahkan bahwa penguatan cadangan pangan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas nasional.

Hingga pertengahan Mei 2026, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola BULOG tercatat mencapai sekitar 5,37 juta ton, yang merupakan level tertinggi sepanjang sejarah modern Indonesia. "Stok kita sangat kuat dan terus meningkat," ujarnya.

Selain menjaga kebutuhan domestik, Indonesia juga mulai memperluas peran di pasar pangan internasional melalui pengiriman beras premium ke sejumlah negara serta bantuan kemanusiaan ke Palestina.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Komnas HAM dan PPM LVRI Dukung Mentan Amran Berantas Mafia Pangan
Mentan Amran Copot Permanen 13 Pejabat Kementan karena Terlibat Judi Online
Harga Gabah Naik, Kesejahteraan Petani Kolaka Meningkat dan Produksi Padi Melonjak
Mentan Amran Pastikan Stok Beras Pengungsi Gempa NTT Aman hingga Satu Tahun
Mentan Amran Ancam Cabut Izin Importir Jika Terbukti Mainkan Harga Pakan
Mentan Amran Copot Koordinator KPPG Surabaya, Serapan Telur Peternak Tak Optimal
komentar
beritaTerbaru