Selasa, 01 September 2026

Kota Medan Mendung, BBMKG: Bukan Dampak Erupsi Sinabung

Selasa, 01 September 2026 15:49 WIB
Kota Medan Mendung, BBMKG: Bukan Dampak Erupsi Sinabung
Kondisi cuaca Kota Medan tampak mendung, Selasa (1/9/2026) siang.

Medan (buseronline.com) - Kota Medan, Provinsi Sumut, tampak mendung dan berkabut, Selasa (1/9/2026) siang. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan adanya abu vulkanik dari Gunung Sinabung maupun asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Namun, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan memastikan kondisi tersebut bukan disebabkan abu erupsi Gunung Sinabung maupun asap karhutla.

Petugas Forecaster BBMKG Wilayah I Medan Utami Al Khairiyah mengatakan kondisi langit Kota Medan yang tampak mendung terjadi akibat gangguan cuaca.

"Cuaca Kota Medan siang ini tampak mendung karena gangguan cuaca, bukan karena abu erupsi Gunung Sinabung dan asap karhutla," kata Utami saat dikonfirmasi, Selasa (1/9/2026).

Di sisi lain, aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo masih terus dipantau. Berdasarkan laporan aktivitas gunung api periode pengamatan 1 September 2026 pukul 06.00-12.00 WIB, kondisi cuaca di sekitar Gunung Sinabung terpantau cerah hingga berawan.

Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan tenggara dengan suhu udara berkisar 14-26 derajat Celsius. Secara visual, Gunung Sinabung teramati jelas hingga kabut 0-II.

Asap kawah berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tinggi teramati mencapai ketinggian 50-600 meter di atas puncak kawah. Dari sisi kegempaan, tercatat sembilan kali gempa hembusan dengan amplitudo 4-10 milimeter dan durasi 12-33 detik.

Selain itu, terjadi enam kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 3-10 milimeter, S-P 1,2-2,6 detik dan durasi 8-17 detik. Tremor menerus atau microtremor juga masih terekam dengan amplitudo 2-3 milimeter, dengan amplitudo dominan 2 milimeter.

Dalam periode pengamatan tersebut, turut teramati abu vulkanik bergerak ke arah timur-tenggara. Gunung Sinabung saat ini masih berstatus Level III atau Siaga.

Masyarakat maupun wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi, serta tidak memasuki wilayah dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung.

Untuk sektor selatan-tenggara, masyarakat diminta menghindari aktivitas dalam radius 6 kilometer. Masyarakat yang tinggal di sekitar sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar.

Pemerintah Kabupaten Karo diimbau terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) maupun Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung untuk memantau perkembangan aktivitas gunung tersebut. (P3)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru