Selasa, 01 September 2026

FAO Waspadai Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Tunjukkan Ketahanan dan Surplus Produksi

Minggu, 24 Mei 2026 10:00 WIB
FAO Waspadai Risiko Krisis Pangan Global, Indonesia Tunjukkan Ketahanan dan Surplus Produksi
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa ekspor dilakukan secara selektif agar tidak mengganggu ketersediaan dalam negeri.

Dibandingkan masa krisis 1997-1998, kondisi pangan Indonesia saat ini dinilai jauh lebih stabil. Produksi beras tahun 2025 mencapai sekitar 34,69 juta ton dengan surplus lebih dari 3,5 juta ton, serta tanpa impor beras medium sepanjang tahun tersebut.

Dari 11 komoditas strategis nasional, delapan di antaranya diproyeksikan tidak memerlukan impor pada 2026, termasuk beras, jagung, bawang merah, cabai, daging ayam, telur, dan gula konsumsi.

Pemerintah juga mendorong penguatan sektor pertanian melalui reformasi subsidi pupuk dan kebijakan energi, termasuk implementasi mandatori biodiesel B50 yang diproyeksikan menghemat devisa negara hingga ratusan triliun rupiah.

Dengan capaian tersebut, Indonesia kini tidak hanya fokus pada ketahanan pangan dalam negeri, tetapi juga mulai dipandang berpotensi sebagai salah satu pemasok pangan di tingkat global di tengah ancaman krisis pangan dunia. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Komnas HAM dan PPM LVRI Dukung Mentan Amran Berantas Mafia Pangan
Mentan Amran Copot Permanen 13 Pejabat Kementan karena Terlibat Judi Online
Harga Gabah Naik, Kesejahteraan Petani Kolaka Meningkat dan Produksi Padi Melonjak
Mentan Amran Pastikan Stok Beras Pengungsi Gempa NTT Aman hingga Satu Tahun
Mentan Amran Ancam Cabut Izin Importir Jika Terbukti Mainkan Harga Pakan
Mentan Amran Copot Koordinator KPPG Surabaya, Serapan Telur Peternak Tak Optimal
komentar
beritaTerbaru