Jakarta (buseronline.com) - Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional tetap aman dan terkendali meski dunia menghadapi ancaman perubahan iklim ekstrem.
Hal itu disampaikan Amran usai melaporkan kondisi pangan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis.
Selain memastikan ketahanan pangan, Presiden Prabowo menginstruksikan percepatan hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan guna meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ekonomi daerah, dan membuka lapangan kerja baru.
Amran mengungkapkan, stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton. Ditambah standing crop sebesar 10-11 juta ton dan cadangan beras di masyarakat sekitar 12,5 juta ton, ketersediaan pangan diperkirakan mencukupi hingga sekitar 10 bulan ke depan atau sampai April 2027.
"Cadangan ini menjadi bantalan menghadapi potensi dampak El Nino ekstrem. Insya Allah risiko terhadap ketahanan pangan dapat dimitigasi," ujar Amran dilansir dari laman Kementan.
Pemerintah juga terus memperkuat ketahanan pangan melalui pembangunan embung, irigasi perpompaan, sumur dalam, pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, serta percepatan program cetak sawah baru. Program tersebut dinilai mampu meningkatkan produktivitas lahan dan menjaga pasokan pangan nasional.
Di sektor hilirisasi, Kementerian Pertanian bersama BUMN Pangan mengembangkan komoditas strategis seperti kakao, kopi, jambu mete, kelapa, dan tebu dengan total luas sekitar 870 ribu hektare.
Salah satu fokus pengembangan berada di Papua yang pada tahun ini memperoleh dukungan anggaran sebesar Rp3,2 triliun untuk alat dan mesin pertanian, pengembangan sawah, serta sarana produksi.
Amran juga menyampaikan pembangunan industri pengolahan kelapa terus dipercepat. Pabrik hilirisasi telah dibangun di Maluku Utara dan akan disusul pembangunan di Morowali serta Indragiri Hilir. Selain itu, pemerintah bergerak memulihkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang sempat turun.
Atas arahan Presiden Prabowo, Kementerian Pertanian telah mengumpulkan perusahaan sawit dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum agar tidak ada praktik yang merugikan petani plasma. Menurut Amran, harga TBS kini hampir kembali normal dan diperkirakan pulih sepenuhnya dalam waktu dekat.
Pemerintah juga terus melakukan stabilisasi harga ayam dan telur melalui koordinasi dengan peternak serta Badan Gizi Nasional agar penyerapan produk peternakan meningkat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di sektor hortikultura, penanaman bawang putih juga dipercepat untuk mengurangi ketergantungan impor.
Amran menegaskan Indonesia berada di jalur menuju swasembada pangan. Sebagian besar dari 11 komoditas pangan strategis telah mencapai swasembada, bahkan beberapa sudah diekspor. Pemerintah juga tidak lagi menerbitkan izin impor beras medium, sementara stok beras nasional telah melampaui kapasitas penyimpanan Bulog.
"Kami ingin masyarakat tenang karena pangan tersedia dan beras bukan lagi penyumbang utama inflasi selama dua tahun berturut-turut," kata Amran. (R)
beritaTerkait
komentar