Jumat, 22 Mei 2026

Mentan: Penguatan Dolar Jadi Peluang, Pertanian Desa Perkuat Ekonomi Nasional

Jumat, 22 Mei 2026 12:50 WIB
Mentan: Penguatan Dolar Jadi Peluang, Pertanian Desa Perkuat Ekonomi Nasional
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan penguatan dolar Amerika Serikat tidak otomatis mengancam kehidupan masyarakat desa.

Menurutnya, sektor pertanian justru menjadi bantalan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global karena didukung produksi pangan dalam negeri yang kuat.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, Amran menyebut dampak penguatan dolar memang dirasakan pada sejumlah komoditas impor seperti kedelai dan bawang putih.

Namun, kondisi tersebut dinilai tidak terlalu memengaruhi masyarakat desa yang sebagian besar ditopang sektor pertanian.

"Dampak ada, beli BBM, tetapi ingat BBM subsidi kan tidak naik. Pupuk turun. Itulah yang dimaksud Bapak Presiden bahwa ada dampaknya, iya, tetapi dampak positifnya khususnya di desa, dampak positifnya jauh lebih tinggi," ujar Amran dilansir dari laman Kementan.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor sektor pertanian sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai Rp756,59 triliun atau meningkat sekitar Rp166 triliun dibanding sebelumnya. Sementara itu, impor sektor pertanian turun sekitar Rp41 triliun.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan pertanian kini menjadi penopang utama ekonomi nasional di tengah tekanan ekonomi global. "Ekspor kita naik Rp166 triliun, impornya turun Rp41 triliun. Ini data BPS, boleh dicek," katanya.

Amran menjelaskan, kebutuhan dasar masyarakat Indonesia sebagian besar berasal dari desa. Beras diproduksi petani, telur dan ayam berasal dari peternakan rakyat, sedangkan cabai dan bawang dipasok dari kebun petani.

Ia menilai kondisi Indonesia saat ini jauh berbeda dibanding krisis 1997-1998. Saat itu, stok beras pemerintah hanya sekitar 893 ribu ton di tengah dampak El Nino dan gagal panen sehingga pemerintah harus melakukan impor besar-besaran ketika nilai tukar rupiah melemah tajam.

Kini, kata Amran, cadangan beras pemerintah telah mencapai lebih dari 5 juta ton dengan kondisi produksi nasional surplus dan impor beras medium praktis dihentikan.

"Sekarang setiap ada krisis apa pun kondisi apa pun pasti ada plus minus. Sekarang di mana kecerdasan kita memanfaatkan situasi ini," ucapnya.

Pemerintah juga mencatat dari 11 komoditas strategis nasional, sebanyak delapan komoditas telah mencapai swasembada atau tidak lagi membutuhkan impor reguler.

Komoditas tersebut meliputi beras, jagung, bawang merah, cabai, daging ayam ras, telur ayam ras, gula konsumsi, dan sawit.

Meski demikian, pemerintah tetap mempercepat program swasembada untuk komoditas yang masih bergantung impor seperti bawang putih dan kedelai melalui perluasan areal tanam, penggunaan benih unggul, hingga penguatan kemitraan petani dengan industri pangan.

Selain fokus pada swasembada, pemerintah juga mendorong hilirisasi komoditas pangan dan perkebunan untuk meningkatkan nilai tambah ekspor nasional. Hilirisasi dilakukan pada sejumlah komoditas seperti kelapa, kakao, kopi, mete, lada, dan sawit.

Amran mencontohkan nilai ekspor kelapa Indonesia saat ini berkisar Rp20-26 triliun per tahun, namun melalui pengolahan produk turunan seperti virgin coconut oil (VCO), santan industri, dan pangan olahan, nilainya diproyeksikan meningkat hingga sekitar Rp60 triliun dalam jangka panjang.

Menurutnya, ketika desa mampu memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri dan hasil pertanian diolah menjadi produk bernilai tinggi, maka penguatan dolar justru dapat menjadi peluang untuk memperbesar ekspor dan memperkuat ekonomi nasional. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Prabowo Puji Kinerja Mentan Amran, Indonesia Kini Jadi Pemasok Pupuk bagi Sejumlah Negara
Indonesia Ekspor Perdana 47.250 Ton Urea ke Australia, Perkuat Posisi di Pasar Global dan Dorong Reformasi Pupuk Nasional
Mentan Amran Dorong Pengusaha Muda Kembangkan Hilirisasi Kelapa untuk Perkuat Daya Saing Global
Mentan Temukan Ketidaksesuaian Program Pembibitan Kelapa di Manado, Minta Pengawasan Diperketat
TNI Jadi Kunci Penguatan Ketahanan Pangan Nasional, Mentan Amran Apresiasi Sinergi Lapangan
Produksi Melonjak, Indonesia Dipastikan Capai Swasembada Beras
komentar
beritaTerbaru