Jumat, 22 Mei 2026

Mentan: Penguatan Dolar Jadi Peluang, Pertanian Desa Perkuat Ekonomi Nasional

Jumat, 22 Mei 2026 12:50 WIB
Mentan: Penguatan Dolar Jadi Peluang, Pertanian Desa Perkuat Ekonomi Nasional
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Komoditas tersebut meliputi beras, jagung, bawang merah, cabai, daging ayam ras, telur ayam ras, gula konsumsi, dan sawit.

Meski demikian, pemerintah tetap mempercepat program swasembada untuk komoditas yang masih bergantung impor seperti bawang putih dan kedelai melalui perluasan areal tanam, penggunaan benih unggul, hingga penguatan kemitraan petani dengan industri pangan.

Selain fokus pada swasembada, pemerintah juga mendorong hilirisasi komoditas pangan dan perkebunan untuk meningkatkan nilai tambah ekspor nasional. Hilirisasi dilakukan pada sejumlah komoditas seperti kelapa, kakao, kopi, mete, lada, dan sawit.

Amran mencontohkan nilai ekspor kelapa Indonesia saat ini berkisar Rp20-26 triliun per tahun, namun melalui pengolahan produk turunan seperti virgin coconut oil (VCO), santan industri, dan pangan olahan, nilainya diproyeksikan meningkat hingga sekitar Rp60 triliun dalam jangka panjang.

Menurutnya, ketika desa mampu memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri dan hasil pertanian diolah menjadi produk bernilai tinggi, maka penguatan dolar justru dapat menjadi peluang untuk memperbesar ekspor dan memperkuat ekonomi nasional. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Prabowo Puji Kinerja Mentan Amran, Indonesia Kini Jadi Pemasok Pupuk bagi Sejumlah Negara
Indonesia Ekspor Perdana 47.250 Ton Urea ke Australia, Perkuat Posisi di Pasar Global dan Dorong Reformasi Pupuk Nasional
Mentan Amran Dorong Pengusaha Muda Kembangkan Hilirisasi Kelapa untuk Perkuat Daya Saing Global
Mentan Temukan Ketidaksesuaian Program Pembibitan Kelapa di Manado, Minta Pengawasan Diperketat
TNI Jadi Kunci Penguatan Ketahanan Pangan Nasional, Mentan Amran Apresiasi Sinergi Lapangan
Produksi Melonjak, Indonesia Dipastikan Capai Swasembada Beras
komentar
beritaTerbaru