Sabtu, 17 Oktober 2026

Indonesia Ekspor Perdana 47.250 Ton Urea ke Australia, Perkuat Posisi di Pasar Global dan Dorong Reformasi Pupuk Nasional

Sabtu, 16 Mei 2026 15:50 WIB
Indonesia Ekspor Perdana 47.250 Ton Urea ke Australia, Perkuat Posisi di Pasar Global dan Dorong Reformasi Pupuk Nasional
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama lainnya saat pelepasan ekspor.

Bontang (buseronline.com) - Indonesia mencatat tonggak baru dalam transformasi industri pupuk nasional melalui pelepasan ekspor perdana pupuk urea ke Australia.

Ekspor ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama sektor pupuk antara Indonesia dan Australia melalui skema government-to-government (G2G), sekaligus menandai meningkatnya daya saing industri pupuk nasional di pasar global.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa ekspor perdana yang dilepas di Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur, tersebut mencapai 47.250 ton pupuk urea dengan nilai sekitar Rp600 miliar.

Secara keseluruhan, kerja sama ini mencakup komitmen ekspor sebesar 250.000 ton, yang ditargetkan dapat meningkat hingga 500.000 ton dengan nilai total sekitar Rp7 triliun.

Produk pupuk urea tersebut diproduksi oleh industri pupuk nasional melalui PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama anak perusahaannya, PT Pupuk Kalimantan Timur, yang menjadi pelaksana utama ekspor dari Bontang.

"Rencana kita akan ekspor 250.000 ton ke Australia dan kemudian ditingkatkan hingga 500.000 ton," ujar Amran dalam keterangannya saat pelepasan ekspor, dilansir dari laman Kementan.

Selain Australia, pemerintah juga mengungkapkan adanya minat dari sejumlah negara lain terhadap pupuk Indonesia, di antaranya India, Filipina, Brasil, dan Bangladesh.

Dari pihak mitra, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin.

Ia menilai kemitraan ini mencerminkan hubungan bilateral yang kuat serta memberikan manfaat bagi kedua negara, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan.

"Australia menghargai hubungan dengan Indonesia. Kerja sama ini mencerminkan persahabatan dan kemitraan yang kuat," ujarnya.

Menurutnya, pupuk dari Indonesia akan membantu petani Australia dalam meningkatkan produksi komoditas pertanian seperti gandum, yang juga menjadi bagian dari rantai pasok pangan yang dikonsumsi di Indonesia.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Mentan Amran Telusuri Rantai Pasok Ayam dan Telur, Soroti Kesenjangan Harga hingga Rp45.000 per Kilogram
Pemerintah Targetkan Tambah 600 Ribu Sapi Perah hingga 2029
Mentan Amran Siapkan Beasiswa bagi 20 Mahasiswa Palestina
Pemerintah Siapkan Rp17 Triliun untuk Bangun Ekosistem Peternakan Terintegrasi
Brasil Tumbangkan Australia 4-2 dalam FIFA Matchday
Australia Nyaris Kalahkan Brasil, Gol Rayan di Menit 90+5 Selamatkan Selecao
komentar
beritaTerbaru