Di sisi lain, Menteri Pertanian Amran juga menegaskan bahwa capaian ekspor ini berjalan beriringan dengan reformasi besar di sektor pupuk dalam negeri.
Pemerintah disebut berhasil menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen, sekaligus menambah volume pupuk subsidi sebesar 700 ribu ton untuk memperluas akses petani.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari penataan ulang tata kelola pupuk nasional, termasuk penyederhanaan distribusi agar penyaluran lebih cepat dan tepat sasaran.
Pemerintah juga telah melakukan deregulasi terhadap 145 aturan lintas kementerian dan lembaga guna mempercepat sistem distribusi pupuk dari produsen hingga petani.
Selain itu, pemerintah melakukan reformasi mekanisme subsidi pupuk dengan menghapus berbagai komponen inefisiensi serta mendorong efisiensi industri melalui modernisasi pabrik. Proyek strategis ini ditujukan untuk menurunkan biaya produksi sekaligus memperkuat daya saing industri pupuk nasional.
Melalui kombinasi reformasi kebijakan, efisiensi industri, dan ekspansi pasar ekspor, pemerintah menargetkan penguatan swasembada pangan nasional serta peningkatan kesejahteraan petani.
"Pupuk bukan hanya soal produksi dan distribusi. Pupuk adalah instrumen strategis menuju kedaulatan pangan nasional," tegas Amran. (R)
beritaTerkait
komentar