Sabtu, 16 Mei 2026

Indonesia Ekspor Perdana 47.250 Ton Urea ke Australia, Perkuat Posisi di Pasar Global dan Dorong Reformasi Pupuk Nasional

Sabtu, 16 Mei 2026 15:50 WIB
Indonesia Ekspor Perdana 47.250 Ton Urea ke Australia, Perkuat Posisi di Pasar Global dan Dorong Reformasi Pupuk Nasional
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama lainnya saat pelepasan ekspor.

Bontang (buseronline.com) - Indonesia mencatat tonggak baru dalam transformasi industri pupuk nasional melalui pelepasan ekspor perdana pupuk urea ke Australia.

Ekspor ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama sektor pupuk antara Indonesia dan Australia melalui skema government-to-government (G2G), sekaligus menandai meningkatnya daya saing industri pupuk nasional di pasar global.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa ekspor perdana yang dilepas di Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur, tersebut mencapai 47.250 ton pupuk urea dengan nilai sekitar Rp600 miliar.

Secara keseluruhan, kerja sama ini mencakup komitmen ekspor sebesar 250.000 ton, yang ditargetkan dapat meningkat hingga 500.000 ton dengan nilai total sekitar Rp7 triliun.

Produk pupuk urea tersebut diproduksi oleh industri pupuk nasional melalui PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama anak perusahaannya, PT Pupuk Kalimantan Timur, yang menjadi pelaksana utama ekspor dari Bontang.

"Rencana kita akan ekspor 250.000 ton ke Australia dan kemudian ditingkatkan hingga 500.000 ton," ujar Amran dalam keterangannya saat pelepasan ekspor, dilansir dari laman Kementan.

Selain Australia, pemerintah juga mengungkapkan adanya minat dari sejumlah negara lain terhadap pupuk Indonesia, di antaranya India, Filipina, Brasil, dan Bangladesh.

Dari pihak mitra, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin.

Ia menilai kemitraan ini mencerminkan hubungan bilateral yang kuat serta memberikan manfaat bagi kedua negara, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan.

"Australia menghargai hubungan dengan Indonesia. Kerja sama ini mencerminkan persahabatan dan kemitraan yang kuat," ujarnya.

Menurutnya, pupuk dari Indonesia akan membantu petani Australia dalam meningkatkan produksi komoditas pertanian seperti gandum, yang juga menjadi bagian dari rantai pasok pangan yang dikonsumsi di Indonesia.

Di sisi lain, Menteri Pertanian Amran juga menegaskan bahwa capaian ekspor ini berjalan beriringan dengan reformasi besar di sektor pupuk dalam negeri.

Pemerintah disebut berhasil menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen, sekaligus menambah volume pupuk subsidi sebesar 700 ribu ton untuk memperluas akses petani.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari penataan ulang tata kelola pupuk nasional, termasuk penyederhanaan distribusi agar penyaluran lebih cepat dan tepat sasaran.

Pemerintah juga telah melakukan deregulasi terhadap 145 aturan lintas kementerian dan lembaga guna mempercepat sistem distribusi pupuk dari produsen hingga petani.

Selain itu, pemerintah melakukan reformasi mekanisme subsidi pupuk dengan menghapus berbagai komponen inefisiensi serta mendorong efisiensi industri melalui modernisasi pabrik. Proyek strategis ini ditujukan untuk menurunkan biaya produksi sekaligus memperkuat daya saing industri pupuk nasional.

Melalui kombinasi reformasi kebijakan, efisiensi industri, dan ekspansi pasar ekspor, pemerintah menargetkan penguatan swasembada pangan nasional serta peningkatan kesejahteraan petani.

"Pupuk bukan hanya soal produksi dan distribusi. Pupuk adalah instrumen strategis menuju kedaulatan pangan nasional," tegas Amran. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Indonesia Ekspor Perdana Pupuk Urea ke Australia, PM Albanese Telepon Presiden Prabowo
Mentan Amran Dorong Pengusaha Muda Kembangkan Hilirisasi Kelapa untuk Perkuat Daya Saing Global
Mentan Temukan Ketidaksesuaian Program Pembibitan Kelapa di Manado, Minta Pengawasan Diperketat
TNI Jadi Kunci Penguatan Ketahanan Pangan Nasional, Mentan Amran Apresiasi Sinergi Lapangan
Kementan Gandeng Australia Perkuat Irigasi Lahan Rawa di Kalteng
PMI dan Palang Merah Timor-Leste Teken MoU Penguatan Kerja Sama Kemanusiaan
komentar
beritaTerbaru