Ia mengaku pernah membantu ibunya berjualan gorengan keliling kampung dan menyaksikan perjuangan sang ibu yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia demi membiayai pendidikan keluarga.
"Latar belakang ekonomi tidak boleh menjadi penghalang untuk meraih cita-cita. Yang terpenting adalah kemauan belajar, kerja keras, dan konsistensi dalam berusaha," katanya.
Fajar juga memastikan pemerintah telah menyiapkan berbagai skema bantuan pendidikan bagi lulusan Sekolah Rakyat yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Program tersebut di antaranya Kartu Indonesia Pintar (KIP), Beasiswa Garuda, Beasiswa Unggulan Kemendikdasmen, dan berbagai program beasiswa lainnya.
"Pemerintah sudah menyiapkan beberapa skema beasiswa. Ada KIP, ada Beasiswa Garuda, ada Beasiswa Unggulan Kemendikdasmen, dan juga berbagai program beasiswa lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan pendidikan," ujarnya.
Menurutnya, lulusan Sekolah Rakyat juga akan mendapatkan pendampingan untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur afirmasi maupun prestasi.
"Ada afirmasi kuliah, ada beasiswa, ada jalur prestasi. Nanti siswa Sekolah Rakyat juga akan mendapatkan pendampingan apabila ingin melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi," jelasnya.
Fajar menambahkan, keberlanjutan pendidikan hingga perguruan tinggi merupakan arahan langsung Presiden Prabowo agar manfaat Program Sekolah Rakyat dapat dirasakan dalam jangka panjang.
"Bapak Presiden sudah memerintahkan supaya ada keberlanjutan Sekolah Rakyat hingga kuliah. Kesempatan itu ada, beasiswa itu ada," tegasnya.
Selain membahas aspek akademik,
Wamendikdasmen juga menekankan pentingnya pengembangan karakter, kepemimpinan, dan keterampilan sosial melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Ia berharap Sekolah Rakyat mampu melahirkan generasi yang berprestasi, berkarakter, serta menjadi agen perubahan dalam memutus rantai kemiskinan di lingkungan masyarakat. (R)
beritaTerkait
komentar