Rabu, 27 Mei 2026

BRT Mebidang Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini dengan Armada Bus Listrik

Minggu, 08 Maret 2026 09:06 WIB
BRT Mebidang Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini dengan Armada Bus Listrik
Sekretaris Dinas Perhubungan Sumatera Utara Rochani Litiloly menyampaikan rencana pengoperasian Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang saat konferensi pers di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Jumat (6/3/2026). (Dok/Diskominfo Sumut)
Medan (buseronline.com) - Sistem transportasi massal Bus Rapid Transit (BRT) di kawasan Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang) ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2026. Moda transportasi ini direncanakan menggunakan bus listrik melalui kerja sama dengan pihak dari Tiongkok.

Pada tahap awal operasional, BRT akan melayani sebanyak 12 koridor. Dari jumlah tersebut, 10 koridor berada di wilayah Medan, sementara dua koridor lainnya mencakup kawasan Mebidang yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Dua koridor yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Sumut tersebut meliputi rute Binjai–Medan–Carrefour serta rute Lubuk Pakam–Terminal Amplas–Simpang Pelangi.

Dilansir dari laman Diskominfo Sumut, Sekretaris Dinas Perhubungan Sumatera Utara, Rochani Litiloly, menyampaikan optimisme bahwa kehadiran BRT dapat membantu mengatasi berbagai persoalan transportasi di kawasan Mebidang, termasuk kemacetan dan tingginya penggunaan kendaraan pribadi.

“Ini bertujuan untuk mengurangi emisi dan penggunaan kendaraan pribadi karena di daerah kita penggunaan kendaraan pribadi terus meningkat. Itu karena transportasi umumnya masih minim, mudah-mudahan bisa kita nikmati tahun ini,” ujar Rochani dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumatera Utara di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat.

Rochani menjelaskan bahwa saat ini pemerintah masih merumuskan secara rinci kebutuhan jumlah armada bus listrik yang akan digunakan serta mempersiapkan pembangunan depo atau tempat pengisian daya untuk armada tersebut.

Menurutnya, jumlah koridor yang akan dilayani BRT masih mengalami penyesuaian berdasarkan kebutuhan dan tingkat permintaan transportasi masyarakat.

“Masih dalam proses, dan demandnya masih terus berubah misalnya dari 17 koridor menjadi 14 kemudian 12. Itu akan menentukan jumlah bus dan depo yang kita butuhkan. Setelah kontrak selesai, kita masih menunggu paling tidak lima bulan untuk pemesanan bus listriknya karena bus ini build up,” jelasnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Dishub Pemprov Sumut, Darwin Purba, mengatakan bahwa sistem BRT yang akan diterapkan di kawasan Mebidang akan mengadopsi konsep integrasi transportasi seperti yang diterapkan pada program JakLingko di Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa BRT nantinya akan memiliki jalur khusus sehingga perjalanan dapat berlangsung lebih cepat dan efisien. Selain itu, angkutan kota (angkot) yang saat ini beroperasi diharapkan dapat berfungsi sebagai feeder atau pengumpan yang mengantarkan penumpang menuju koridor BRT.

“BRT dia punya jalur khusus sendiri, seperti TransJakarta, jadi dia akan lebih cepat. Kemudian kita juga berupaya agar angkot yang ada menjadi feeder untuk BRT, sehingga semua terintegrasi,” kata Darwin.

Melalui pengoperasian BRT berbasis bus listrik tersebut, pemerintah berharap sistem transportasi publik di kawasan Mebidang dapat menjadi lebih modern, ramah lingkungan, serta mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
FIFA dan PSSI Gelar Kampanye “Be Active” untuk Dorong Gaya Hidup Sehat Anak
Pertamina Perkuat Transformasi Digital Berbasis AI, Targetkan EBITDA US$300 Juta pada 2027
Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026 Mulai 8 Juni, Fokus Penegakan Hukum Digital lewat ETLE
Uzbekistan Umumkan Skuad Sementara untuk Piala Dunia 2026
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan
komentar
beritaTerbaru