Senin, 01 Juni 2026

Sesjen Kemdiktisaintek Sambangi Rumah Mahasiswa Penerima KIP Kuliah di Medan, Dukung Prestasi Anak Bangsa

Sabtu, 19 Juli 2025 10:07 WIB
Sesjen Kemdiktisaintek Sambangi Rumah Mahasiswa Penerima KIP Kuliah di Medan, Dukung Prestasi Anak Bangsa
Sesjen Kemdiktisaintek Togar Mangihut Simatupang menyerahkan simbolis Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kepada Nazwa Fatiha Chairani, mahasiswa baru Politeknik Negeri Medan, di kediamannya, Selasa (15/7/2025). (Dok/Diktisaintek)
Medan (buseronline.com) - Komitmen pemerintah dalam memastikan akses pendidikan tinggi yang merata kembali ditunjukkan melalui kunjungan langsung Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Togar Mangihut Simatupang, ke rumah salah satu penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) di Kota Medan, Selasa.

Dalam kunjungan tersebut, Sesjen Togar disambut hangat oleh keluarga Nazwa Fatiha Chairani, mahasiswi baru Politeknik Negeri Medan (Polmed) jurusan Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik yang berhasil diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Nazwa merupakan salah satu penerima program KIP Kuliah yang berasal dari keluarga prasejahtera namun memiliki semangat tinggi dalam mengejar pendidikan.

Kepada Nazwa, Sesjen secara simbolis menyerahkan bantuan berupa laptop untuk menunjang kegiatan perkuliahan. Tindakan ini menjadi bentuk nyata dukungan Kemdiktisaintek terhadap mahasiswa dari latar belakang kurang mampu agar tetap dapat meraih cita-cita melalui pendidikan tinggi.

“Selamat ya, Nazwa. Kuliahnya harus dijalani dengan semangat sampai tuntas. Semoga kelak bisa membanggakan nama keluarga, politeknik, dan memenuhi harapan ibu supaya cepat mendapat pekerjaan dan dapat membantu adik-adiknya,” ucap Sesjen Togar menyemangati.

Nazwa memilih jurusan yang digemarinya dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga. Ia sempat merencanakan kuliah di luar kota, namun niat tersebut harus diurungkan karena keterbatasan biaya. Dukungan pihak sekolah mengarahkannya pada pilihan yang lebih terjangkau dan tetap sesuai minat.

“Awalnya ingin kuliah di luar kota, tapi orang tua tidak mengizinkan karena kendala biaya. Lalu saya diarahkan oleh pihak sekolah untuk memilih jurusan dan kampus yang terjangkau,” kata Nazwa.

Anak sulung dari tiga bersaudara ini tumbuh di keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai pencari barang bekas, sementara ibunya seorang ibu rumah tangga yang membantu ekonomi keluarga dengan berjualan kue titipan di warung-warung sekitar. Meski penghasilan tidak menentu, kedua orang tuanya tetap berusaha memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka.

“Perasaan saya senang, tadinya sempat terpikir untuk menunda kuliah satu tahun karena kondisi ekonomi. Tapi Alhamdulillah, Nazwa lolos SNBP dan langsung urus KIP Kuliah, lalu dinyatakan lolos juga,” ungkap sang ibu dengan haru.

Sehari-hari, Nazwa juga ikut membantu ibunya membuat dan mengantarkan kue. Ia telah mengenal program bantuan pendidikan sejak SMP melalui Program Indonesia Pintar (PIP), dan saat SMA, pihak sekolah turut mendampinginya dalam proses pendaftaran KIP Kuliah.

Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda Kemdiktisaintek dalam meninjau langsung pelaksanaan program bantuan pendidikan, sekaligus memastikan bahwa bantuan tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah, diharapkan lebih banyak lagi generasi muda Indonesia seperti Nazwa yang dapat melanjutkan pendidikan tinggi dan meraih masa depan lebih baik tanpa terhalang kendala ekonomi. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
Tags
beritaTerkait
Kanada Resmi Umumkan Skuad Final untuk Piala Dunia 2026
Gerakan Bersama Jadi Kunci Cegah Kekerasan di Pesantren
Luis Enrique Ukir Sejarah Setelah Antar PSG Juara Liga Champions
Timnas Indonesia U-19 Tetapkan 23 Pemain untuk Piala AFF U-19 2026
Polrestabes Medan Ungkap 136 Kendaraan Diduga Hasil Kejahatan Disimpan di 8 Gudang
Pemprov Sumut Catat Kemajuan Signifikan Sektor Kesehatan Sepanjang 2025
komentar
beritaTerbaru