Siborong-borong (buseronline.com) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta I untuk melaksanakan modifikasi cuaca sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau di kawasan Danau Toba.
Koordinasi tersebut dibahas dalam rapat yang digelar di Kantor BMKG Bandara Silangit, Kamis (9/4/2026). Pertemuan ini melibatkan Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca, Plt Kepala Pelaksana BPBD Tapanuli Utara Binhot Aritonang, serta Kepala Dinas Kominfo Tapanuli Utara Donna Situmeang.
Dalam rapat tersebut, Danau Toba disoroti sebagai aset strategis nasional yang memiliki peran penting dalam pembangkitan energi listrik, pengelolaan sumber daya air, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat dan industri di Sumatera Utara.
Berdasarkan pemantauan hingga 17 Maret 2026, elevasi muka air Danau Toba tercatat berada di level +903,12 meter di atas permukaan laut dan menunjukkan tren penurunan akibat berkurangnya curah hujan.
Jika kondisi ini terus berlanjut hingga semester pertama 2026, dikhawatirkan akan berdampak pada layanan air baku untuk irigasi, operasional pembangkit listrik, distribusi air bersih oleh PDAM, hingga kebutuhan industri di wilayah Sungai Toba Asahan.
Sebelumnya, Perum Jasa Tirta I telah melakukan koordinasi awal dengan BMKG pada 25 Maret 2026 terkait langkah penanganan kondisi tersebut.
Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa awal musim kemarau di wilayah Daerah Tangkapan Air Danau Toba diperkirakan terjadi pada dasarian I hingga dasarian III Mei 2026.
Sebagai langkah preventif, BMKG merekomendasikan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca pada masa transisi musim, yakni sepanjang April 2026, guna mengoptimalkan potensi hujan dan menjaga ketersediaan air menjelang musim kemarau. (Galung)
beritaTerkait
komentar