Minggu, 19 April 2026

Pencarian Frater Christopher Rustam di Danau Toba Resmi Dihentikan

Minggu, 19 April 2026 15:49 WIB
Pencarian Frater Christopher Rustam di Danau Toba Resmi Dihentikan
Pencarian korban tenggelam di perairan Danau Toba dihentikan dan dilakukan tabur bunga, Sabtu (18/4/2026).

Toba (buseronline.com) - Upaya pencarian terhadap Frater Christopher Rustam yang tenggelam di perairan Danau Toba, tepatnya di kawasan Air Terjun Situmurun, resmi dihentikan, Jumat (17/4/2026) setelah berlangsung selama tujuh hari.

Pelaksana Kepala BPBD Kabupaten Toba, Sikkat Sitompul mengatakan bahwa seluruh upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal, namun korban belum berhasil ditemukan.

"Upaya pencarian telah dilakukan selama tujuh hari. Korban tidak berhasil kita temukan meski segala daya upaya telah dilakukan. Maka proses pencarian berakhir," ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Sebagai bentuk penghormatan, keluarga dan kerabat menggelar ibadah di lokasi tenggelamnya korban pada Sabtu siang. Mereka juga menabur bunga di perairan tersebut. Pihak keluarga menyampaikan telah mengikhlaskan kepergian Frater Christopher.

Sebelumnya, pada Selasa (14/4/2026), Wakil Bupati Toba Audi Murphy O Sitorus bersama Staf Ahli TP PKK Kabupaten Toba, Riama Murphy Sitorus, meninjau langsung proses pencarian di Desa Jonggi Nihuta, Kecamatan Lumban Julu. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Frater Christopher Rustam diketahui merupakan anggota Keuskupan Pangkal Pinang yang tengah menempuh pendidikan filsafat di UNIKA Santo Thomas Medan. Ia dilaporkan tenggelam pada Sabtu (11/4/2026) sore di kawasan Air Terjun Situmurun.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan wisatawan untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan perairan, khususnya di destinasi wisata alam seperti Danau Toba.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Bupati Taput Tinjau Lokasi Bencana Puting Beliung di Sipoholon, 23 Rumah Warga Rusak
BMKG Siapkan Modifikasi Cuaca untuk Jaga Debit Air Danau Toba Jelang Kemarau
komentar
beritaTerbaru