Selasa, 28 April 2026

Alumni Pesantren Diminta Jaga Sanad dan Persatuan di Tengah Perkembangan Zaman

Selasa, 28 April 2026 19:15 WIB
Alumni Pesantren Diminta Jaga Sanad dan Persatuan di Tengah Perkembangan Zaman
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat menghadiri acara Halalbihalal Alumni Lintas Pesantren se-Kabupaten Magelang di Kabupaten Magelang, Minggu (26/4/2026).

Magelang (buseronline.com) - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, mengajak para alumni pesantren untuk terus menjaga nilai-nilai khas pesantren di tengah arus perkembangan zaman.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara Halalbihalal Alumni Lintas Pesantren se-Kabupaten Magelang di Kabupaten Magelang, Minggu.

Dilansir dari laman Jabarprov, tokoh yang akrab disapa Gus Yasin tersebut menekankan pentingnya merawat sanad atau silsilah keilmuan sebagai fondasi utama dalam membangun karakter santri yang beradab.

Menurutnya, sanad tidak hanya menjadi bukti legitimasi ilmu, tetapi juga menjadi pengikat hubungan antara murid dan guru.

Ia juga mengingatkan agar para alumni tetap menjaga hubungan dengan para kiai serta tidak melupakan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di pesantren.

Selain itu, Gus Yasin menyoroti pentingnya sikap saling menghormati di tengah perbedaan pandangan. Ia menegaskan bahwa perbedaan merupakan hal yang wajar, namun tidak boleh menghilangkan adab terhadap para ulama.

"Saya diajarkan, meskipun tidak selalu sependapat, jangan sampai kehilangan rasa hormat kepada ahli ilmu. Yang kita hormati adalah ilmunya, bukan sekadar pendapatnya," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi terselenggaranya pertemuan lintas alumni pesantren yang dinilai mampu mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat jejaring antarpesantren di berbagai daerah. Menurutnya, kegiatan serupa perlu terus dilakukan secara berkelanjutan.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Muhammad Yusuf Chudlori menyampaikan bahwa kegiatan halalbihalal ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan juga upaya menjaga "roh pesantren" di tengah kehidupan modern.

Ia menilai, tantangan saat ini tidak hanya bersifat lahiriah, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana mempertahankan nilai-nilai spiritual yang menjadi inti pendidikan pesantren.

"Mengumpulkan orang itu mudah, tetapi menyatukan roh kebersamaan itu yang tidak mudah. Ini yang terus kita upayakan melalui pertemuan seperti ini," katanya.

Gus Yusuf juga menekankan pentingnya meneladani tradisi saling menghormati antarulama yang selama ini telah dicontohkan para kiai. Ia berharap para santri dan alumni mampu menjaga nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

"Para ulama itu saling menghormati. Ini yang harus kita tiru. Jangan sampai justru para santri atau alumninya yang tidak bisa menjaga itu," pungkasnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Revitalisasi Sekolah di Magelang Berdampak Nyata, Fasilitas Makin Layak dan Pembelajaran Lebih Optimal
Magelang Tempo Doeloe: Gelaran Ikonik Kembali Menghidupkan Sejarah
Pj Gubernur Hassanudin Lepas Kontingen Sumut untuk Ikuti STG XI Magelang
Polresta Magelang Bersama Instansi Terkait Bersihkan Jalan Terdampak Erupsi Merapi
komentar
beritaTerbaru