Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Muhammad Yusuf Chudlori menyampaikan bahwa kegiatan halalbihalal ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan juga upaya menjaga "roh pesantren" di tengah kehidupan modern.
Ia menilai, tantangan saat ini tidak hanya bersifat lahiriah, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana mempertahankan nilai-nilai spiritual yang menjadi inti pendidikan pesantren.
"Mengumpulkan orang itu mudah, tetapi menyatukan roh kebersamaan itu yang tidak mudah. Ini yang terus kita upayakan melalui pertemuan seperti ini," katanya.
Gus Yusuf juga menekankan pentingnya meneladani tradisi saling menghormati antarulama yang selama ini telah dicontohkan para kiai. Ia berharap para santri dan alumni mampu menjaga nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
"Para ulama itu saling menghormati. Ini yang harus kita tiru. Jangan sampai justru para santri atau alumninya yang tidak bisa menjaga itu," pungkasnya. (R)
beritaTerkait
komentar