Kamis, 11 Juni 2026

IFP Tingkatkan Interaktivitas Pembelajaran, Mendikdasmen Tinjau Langsung di Magelang

Rabu, 22 April 2026 13:51 WIB
IFP Tingkatkan Interaktivitas Pembelajaran, Mendikdasmen Tinjau Langsung di Magelang
Mendikdasmen Abdul Mu’ti melakukan kunjungan ke SD Negeri Borobudur 2, Sabtu (18/4/2026), untuk meninjau langsung pemanfaatan perangkat tersebut dalam pembelajaran Matematika kelas V.

Magelang (buseronline.com) - Penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) di ruang kelas semakin mendorong terciptanya pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan menyenangkan bagi siswa.

Hal ini terungkap saat Mendikdasmen Abdul Mu'ti melakukan kunjungan ke SD Negeri Borobudur 2, Sabtu, untuk meninjau langsung pemanfaatan perangkat tersebut dalam pembelajaran Matematika kelas V.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen mengamati penggunaan IFP yang memungkinkan guru menghadirkan materi pembelajaran melalui visual, video, hingga interaksi langsung di layar sentuh.

Baca Juga: Kemendikdasmen Gelar Dialog Pendidikan Indonesia-Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperluas penyediaan perangkat ini sebagai bagian dari transformasi pendidikan.

"Terima kasih para guru sudah mengajar dengan baik, anak-anak jadi semangat. Namun pembelajaran tetap harus terintegrasi dengan pembelajaran mendalam dan penguatan pendidikan karakter," ujar Abdul Mu'ti.

Saat berdialog dengan siswa, ia juga menggali pengalaman mereka menggunakan IFP. Para siswa mengaku pembelajaran menjadi lebih menarik karena dapat melihat materi secara visual dan berinteraksi langsung dengan konten yang ditampilkan.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga kebiasaan menulis. "Menulis itu penting agar apa yang dipelajari bisa diingat dan melatih kemandirian belajar," tambahnya.

Guru kelas V, Susanti, menyampaikan bahwa sejak perangkat IFP diterima, penggunaannya langsung dioptimalkan dalam berbagai mata pelajaran. Menurutnya, kehadiran IFP membuat pembelajaran lebih variatif dan mendorong keterlibatan aktif siswa.

"Anak-anak bisa menyentuh, menulis, atau menggeser objek langsung di layar. Bahkan mereka sering mengusulkan fitur atau permainan edukatif untuk digunakan di kelas," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa IFP memudahkan guru dalam mengakses berbagai sumber belajar dalam satu perangkat, mulai dari video, simulasi, hingga materi presentasi yang terintegrasi.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Trenten 2, Sri Muryani, menilai penggunaan IFP berdampak positif terhadap motivasi belajar siswa. Sejak diterima pada awal 2026, perangkat tersebut telah dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan pembelajaran.

"Motivasi belajar meningkat karena siswa dapat langsung melihat dan mencari materi yang dibutuhkan. Keterlibatan mereka juga lebih tinggi," ujarnya.

Pemanfaatan IFP di ruang kelas menjadi salah satu bukti bahwa integrasi teknologi mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

Dengan dukungan perangkat interaktif, siswa diharapkan lebih aktif, mandiri, dan mudah memahami materi, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pendidikan yang adaptif dan berpusat pada peserta didik. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Wamendikdasmen Dorong Guru Menjadi Arsitek Pembelajaran Melalui Pendekatan Deep Learning
Kemendikdasmen Percepat Reformasi Guru, TPG Naik Rp2 Juta dan 230 Ribu Guru Ikuti PPG pada 2026
Kemendikdasmen Siapkan Relokasi dan Pembangunan Sekolah Baru untuk SDN 10 Linge Pascabanjir Bandang
Kemendikdasmen Revitalisasi 123 Satuan Pendidikan di Kaltim, Dorong Pendidikan Bermutu untuk Semua
Wamendikdasmen Resmikan Revitalisasi Sekolah di Tabanan, Pemerintah Targetkan Tak Ada Sekolah Rusak Berat pada 2028
Wamendikdasmen Dorong Penguatan Trigatra Bangun Bahasa dan Transformasi Digital Pendidikan di Dumai
komentar
beritaTerbaru