Selasa, 21 April 2026

Revitalisasi Sekolah di Magelang Berdampak Nyata, Fasilitas Makin Layak dan Pembelajaran Lebih Optimal

Selasa, 21 April 2026 19:36 WIB
Revitalisasi Sekolah di Magelang Berdampak Nyata, Fasilitas Makin Layak dan Pembelajaran Lebih Optimal
Abdul Mu'ti

Magelang (buseronline.com) - Program revitalisasi satuan pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menunjukkan dampak positif di berbagai daerah.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, program ini terbukti meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah serta mendukung proses pembelajaran yang lebih optimal.

Salah satu dampak nyata dirasakan di SLB Negeri Kota Magelang. Sebelum revitalisasi, keterbatasan ruang kelas menjadi kendala utama dalam pelaksanaan pembelajaran.

Baca Juga: Kementan Percepat Pemanfaatan Biodiesel untuk Alsintan, Perkuat Program B50

Kepala sekolah Ina Sulanti menjelaskan bahwa satu ruang kelas sebelumnya harus digunakan oleh beberapa rombongan belajar dengan kebutuhan berbeda. Namun, setelah mendapatkan bantuan dua ruang kelas baru, proses belajar mengajar menjadi lebih efektif.

"Dengan adanya tambahan ruang kelas, anak-anak tidak perlu lagi digabung dengan yang berbeda kebutuhan. Mereka belajar lebih nyaman dan aman, sehingga bisa meningkatkan prestasi belajar," ujarnya.

Perubahan signifikan juga terjadi di SD Negeri Borobudur 2. Kepala sekolah Sri Widati mengungkapkan bahwa kondisi bangunan sebelumnya cukup memprihatinkan, dengan kerusakan pada atap, plafon, dan dinding yang berpotensi membahayakan siswa.

Melalui bantuan revitalisasi senilai Rp665 juta, sekolah tersebut kini memiliki lima ruang kelas yang telah direhabilitasi serta fasilitas toilet baru yang lebih layak. "Sekolah merasa bangga dan senang karena anak-anak sekarang memiliki ruang kelas yang bagus, bersih, dan nyaman," kata Sri Widati.

Hal serupa disampaikan Kepala SMP Negeri 3 Salam, Murtini. Ia menyebutkan bahwa sebelum revitalisasi, ruang administrasi sekolah mengalami kerusakan cukup berat karena bangunan yang sudah berdiri sejak 1997.

Kini, sekolah tersebut tidak hanya mendapatkan perbaikan ruang administrasi, tetapi juga pembangunan laboratorium komputer baru.

Menurutnya, pembangunan dilakukan melalui skema swakelola sehingga kualitas hasil pembangunan dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.

"Setelah ada laboratorium komputer yang baru, anak-anak sangat senang. Bangunannya bagus dan sangat mendukung pembelajaran," ujarnya.

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menilai program revitalisasi sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan. Ia menegaskan bahwa dampak program ini tidak hanya terlihat dari sisi fisik bangunan, tetapi juga dalam pemenuhan standar nasional pendidikan.

"Mulai dari toilet yang layak dan sehat, ruang kelas yang aman dan nyaman, hingga fasilitas laboratorium dan perpustakaan yang lebih baik, semuanya memberikan dampak nyata," ungkapnya.

Kabupaten Magelang sendiri menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp54,4 miliar yang menjangkau 60 satuan pendidikan.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperluas program ini.

Ia menyebutkan bahwa pada 2025 revitalisasi telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan, dan pada 2026 sebanyak 11.400 satuan pendidikan telah dialokasikan anggaran, dengan target total mencapai sekitar 71 ribu satuan pendidikan.

Revitalisasi ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik sekolah, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Gelar Dialog Pendidikan Indonesia-Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Kemendikdasmen Rampungkan 349 Sekolah Hasil Revitalisasi di Sumatera Barat
Pemerintah Perkuat Kualitas Guru Demi Pemerataan Pendidikan
Revitalisasi 16 Ribu Sekolah, SD Negeri Tando NTT Jadi Prioritas 2026
Revitalisasi Sekolah Diperkuat, Kemendikdasmen Prioritaskan Daerah 3T dan Sekolah Rusak
Kemendikdasmen Sosialisasikan Kebijakan Dana BOSP 2026 Lewat Webinar Nasional
komentar
beritaTerbaru