Senin, 08 Juni 2026

Kemendikdasmen Ajak Masyarakat Kembangkan Konten Digital Interaktif untuk Pendidikan Kesetaraan

Minggu, 07 Juni 2026 15:45 WIB
Kemendikdasmen Ajak Masyarakat Kembangkan Konten Digital Interaktif untuk Pendidikan Kesetaraan
Direktur PNFI, I Gusti Made Ardana memberikan keterangan disosialisasi bertajuk “Partisipasi Semesta dalam Penyusunan Konten Interaktif Muatan Pemberdayaan dan Keterampilan untuk Pendidikan Kesetaraan” yang digelar, Rabu (3/6/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal (PNFI) mengajak berbagai elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengembangan konten pembelajaran digital interaktif bagi pendidikan kesetaraan.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, langkah ini dilakukan untuk menghadirkan materi pembelajaran yang lebih relevan, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan warga belajar Program Paket A, Paket B, dan Paket C.

Ajakan tersebut disampaikan dalam sosialisasi bertajuk "Partisipasi Semesta dalam Penyusunan Konten Interaktif Muatan Pemberdayaan dan Keterampilan untuk Pendidikan Kesetaraan" yang digelar, Rabu.

Kegiatan ini membuka ruang kolaborasi bagi tutor, pamong belajar, pengelola Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), akademisi, praktisi, komunitas, hingga masyarakat umum untuk turut berkontribusi dalam penyusunan materi pembelajaran digital.

Direktur PNFI, I Gusti Made Ardana mengatakan bahwa digitalisasi pendidikan kesetaraan tidak hanya berarti memindahkan bahan ajar ke perangkat digital, tetapi juga memastikan materi yang disajikan mampu menjawab kebutuhan nyata warga belajar.

"Warga belajar Program Paket A, Paket B, dan Paket C memiliki kebutuhan yang khas. Mereka membutuhkan materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, aplikatif, serta mampu mendukung kemandirian ekonomi dan sosial," ujarnya.

Menurut Ardana, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam memenuhi kebutuhan konten pembelajaran yang beragam dan berkualitas. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting untuk menghasilkan materi yang lebih kaya, relevan, dan sesuai dengan kondisi warga belajar di berbagai daerah.

"Pengembangan konten pendidikan adalah kerja bersama. Kami mengundang seluruh pihak untuk menyumbangkan ide, kreativitas, dan karya terbaiknya agar warga belajar pendidikan kesetaraan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan relevan dengan kebutuhan zaman," katanya.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta juga diperkenalkan pada panduan penyusunan konten interaktif yang akan menjadi acuan dalam pengembangan materi. Panduan tersebut dirancang untuk memastikan setiap konten memiliki kualitas substansi dan teknis yang baik, aman digunakan, serta dapat terintegrasi dalam ekosistem Rumah Pendidikan.

Pemerintah saat ini juga terus memperkuat platform Rumah Pendidikan, khususnya melalui fitur Ruang Murid, guna memperluas akses pembelajaran digital yang lebih inklusif dan merata bagi seluruh warga belajar di Indonesia.

Inisiatif ini sejalan dengan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Digitalisasi Pembelajaran. Konten-konten yang dihasilkan nantinya akan memperkaya sumber belajar digital yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, termasuk melalui perangkat Interactive Flat Panel (IFP) yang telah didistribusikan ke berbagai satuan pendidikan.

Melalui pengembangan berbagai format pembelajaran, seperti gim edukasi, simulasi virtual, dan media interaktif lainnya, warga belajar diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang lebih menarik dan menyenangkan.

Di sisi lain, kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital pendidikan nonformal sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi warga belajar untuk berkembang dan meningkatkan kualitas hidup.

Direktorat PNFI membuka pendaftaran konten mulai 5 hingga 26 Juni 2026. Proses penilaian akan berlangsung pada 6 Juni hingga 7 Juli 2026, dengan pengumuman hasil pada 8 Juli 2026. Sebanyak 135 konten terbaik akan dipilih, terdiri atas 35 konten Paket A, 40 konten Paket B, dan 60 konten Paket C. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Dorong LKP Mendunia, Siapkan Lulusan Berdaya Saing Global
Kemendikdasmen Dorong Lulusan SMK Siap Kerja di Luar Negeri
Kemendikdasmen Perkuat Gerakan Literasi Nasional di NTT
Kemendikdasmen Serahkan 139 Arsip Statis kepada ANRI
Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Murid SMK lewat Program Sertifikasi Tahun 2026
Murid SMK Negeri 1 Sorong Sampaikan Terima Kasih kepada Presiden atas Bantuan Pendidikan
komentar
beritaTerbaru