Jumat, 23 Oktober 2026

KPK: Kampus Jadi Garda Depan Pembentukan Integritas Generasi Muda

Minggu, 12 April 2026 12:50 WIB
KPK: Kampus Jadi Garda Depan Pembentukan Integritas Generasi Muda
Kuliah Umum Pencegahan Korupsi yang digelar KPK bersama Umsura di At-Tauhid Tower Kampus Umsura, Jawa Timur, Jumat (10/4/2026).

Jatim (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai garda depan dalam membentuk integritas generasi muda di tengah stagnasi capaian Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia.

Penegasan tersebut disampaikan dalam Kuliah Umum Pencegahan Korupsi yang digelar KPK bersama Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) di At-Tauhid Tower Kampus Umsura, Jawa Timur, Jumat.

Dilansir dari laman KPK, Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari strategi nasional membangun budaya antikorupsi sejak dini, dengan kampus sebagai simpul penting perubahan.

Baca Juga: KPK dan Polda Metro Jaya Tangkap Empat Orang yang Mengaku Pegawai KPK di Jakarta Barat

Menurutnya, kuliah umum ini juga menjadi bagian dari program Penguatan Integritas Ekosistem Perguruan Tinggi (PIEPT) yang merupakan amanat Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019. Dalam kesempatan tersebut, Ibnu mengungkapkan capaian IPK Indonesia masih berada pada level yang mengkhawatirkan.

Berdasarkan data Transparency International, IPK Indonesia tahun 2025 tercatat sebesar 34 dari 100, atau berada di peringkat 109 dari 180 negara.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan upaya pemberantasan korupsi belum optimal dan membutuhkan pendekatan yang lebih sistemik, termasuk melalui pendidikan. "Integritas harus menjadi fondasi utama bagi calon pemimpin bangsa," ujarnya.

Ibnu juga menekankan bahwa pendidikan antikorupsi tidak hanya sebatas teori, tetapi harus membentuk sikap dan etika. Ia mengingatkan praktik seperti menyontek, plagiarisme, dan gratifikasi kecil dapat menjadi pintu masuk perilaku koruptif jika tidak dicegah sejak dini.

Sementara itu, Rektor Umsura, Mundakir, menegaskan bahwa pencegahan korupsi harus berbasis pada penguatan nilai. "Nilai harus benar-benar hidup agar mampu menekan peluang korupsi sejak awal," katanya.

KPK menilai pendidikan merupakan instrumen penting dalam memutus mata rantai korupsi dengan menanamkan nilai integritas untuk melahirkan generasi yang berkarakter dan berintegritas. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
KPK Hibahkan Aset Rampasan Korupsi Rp9,65 Miliar ke Pemprov DKI, Bakal Jadi Pos Damkar
KPK Soroti Politik Uang dan Biaya Politik Tinggi, Dorong Pembenahan Tata Kelola Partai
KPK Dorong Pendidikan Antikorupsi bagi Calon Advokat, 600 Peserta Ikuti PKPA 2026
KPK Perluas Pembelajaran Antikorupsi bagi ASN, Sasar 6,8 Juta Pegawai hingga 2029
KPK Tetapkan Lima Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai BNPB, Pengadaan Capai Rp148 Miliar
KPK Dorong Akademisi Aktif Cegah Korupsi Sumber Daya Alam
komentar
beritaTerbaru