Minggu, 19 Juli 2026

Menteri Brian: PTN BH Harus Jadi Penggerak Transformasi Sains dan Teknologi

Selasa, 23 September 2025 10:21 WIB
Menteri Brian: PTN BH Harus Jadi Penggerak Transformasi Sains dan Teknologi
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan sambutan pada Pertemuan Majelis Senat Akademik (MSA) PTN BH Periode 3 Tahun 2025 di Universitas Indonesia, Depok, Jumat (19/9/2025). (Dok/Diktisaintek)
Depok (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa perguruan tinggi negeri badan hukum (PTN BH) harus menjadi motor transformasi riset, sains, dan teknologi di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Pertemuan Majelis Senat Akademik (MSA) PTN BH Periode 3 Tahun 2025 di Universitas Indonesia (UI), Jumat.

“Posisi dan kebutuhan negara kita saat ini adalah peningkatan riset dan hilirisasi industri di bidang sains dan teknologi. Perguruan tinggi harus bisa menjadi motor transformasi ini,” ujar Menteri Brian.

Pertemuan yang mengusung tema “Optimalisasi Ekosistem Pendidikan, Riset, dan Inovasi untuk Menuju Ketahanan Nasional” itu dihadiri 176 anggota senat dari 24 PTN BH. Forum ini membahas peran strategis perguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem riset, mendorong hilirisasi, dan mempercepat transformasi menuju ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy).

Rektor Universitas Indonesia, Heri Hermansyah, menyambut baik arahan Menteri Brian. Menurutnya, riset dan inovasi tidak hanya berfungsi sebagai pengembangan ilmu, tetapi juga menjadi penopang bagi kedaulatan teknologi nasional.

“Kedaulatan teknologi tidak bisa dilepaskan dari alokasi riset dan pengembangan yang optimal. Harapannya, seluruh perguruan tinggi di Indonesia dapat berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi berbasis riset dan inovasi,” kata Heri.

Menteri Brian menambahkan, Indonesia memiliki potensi demografi yang besar dan harus dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan per kapita agar keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap).

“Kita termasuk negara yang masih berada di dalam middle income trap. Dibutuhkan sinergi kuat dalam bidang riset dasar dan riset terapan untuk mencapai standar negara maju,” jelasnya.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan riset akademik, melainkan juga memastikan hilirisasi berjalan sehingga memberi dampak nyata bagi industri dan masyarakat. Pemerintah bersama kampus ke depan ditargetkan mampu meningkatkan penguasaan sains dan teknologi hingga 12 kali lipat dari posisi saat ini.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menegaskan komitmennya untuk terus mendukung PTN BH sebagai lokomotif riset, inovasi, dan hilirisasi yang berdampak luas. Langkah tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia mencapai target sebagai negara maju pada 2045. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
KPK Perkuat Sinergi APH dan Lembaga Pengawasan untuk Berantas Korupsi di Papua
Bobby Nasution Komit Revitalisasi Situs Megalitik Tetegewo di Nias Selatan
Zakiyuddin Ajak Kapolres Baru Perkuat Sinergi Wujudkan Belawan Aman dan Bebas Kriminalitas
Bobby Nasution Ajak Dubes Prancis Kunjungi Situs Megalitik Nias, Dorong Kerja Sama Pariwisata
Kominfo Kota Medan Ajak Mahasiswa Manfaatkan AI Secara Bijak dan Kritis
Wamenkes: One Health Jadi Kunci Kemandirian dan Kedaulatan Kesehatan Indonesia
komentar
beritaTerbaru