Minggu, 19 Juli 2026

Wamendiktisaintek Fauzan Ajak Pemda dan Stakeholder Berkolaborasi Majukan Daerah di Manokwari

Rabu, 27 Agustus 2025 10:14 WIB
Wamendiktisaintek Fauzan Ajak Pemda dan Stakeholder Berkolaborasi Majukan Daerah di Manokwari
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, memberikan sambutan dalam peresmian Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB) di Manokwari, Sabtu (23/8/2025). (Dok/Diktisaintek)
Manokwari (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, mendorong perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat untuk bersinergi dalam memajukan Papua Barat melalui pendidikan tinggi, Sabtu.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat, Papua Barat memiliki dua perguruan tinggi negeri dan sembilan perguruan tinggi swasta dengan total 214 dosen. Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di wilayah ini tercatat 27,52 persen, lebih rendah dibanding rata-rata nasional 32 persen. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka per Februari 2025 mencapai 4,21 persen atau 295.161 orang, meningkat 0,08 persen dari Agustus 2024.

“Melalui transformasi ini, diharapkan akan terjadi perubahan tata kelola dan ekosistem untuk membangun resonansi kebermanfaatan di Papua Barat. Ini memang tidak mudah, tetapi merupakan konsekuensi logis dari perbaikan menuju kemajuan,” ujar Wamen Fauzan saat peresmian Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB).

Ia menambahkan, Kemdiktisaintek yang dipimpin Menteri Brian Yuliarto telah mencanangkan program Diktisaintek Berdampak, sebagai bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program ini menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia, terobosan sains dan teknologi, serta peningkatan daya saing Indonesia di tengah perkembangan global.

“Kami berharap perguruan tinggi bisa berkolaborasi, memberikan pendampingan dalam memecahkan masalah daerah. Kampus adalah bagian dari ekosistem sosial, pembuat peradaban baru yang memanfaatkan sains dan teknologi untuk solusi nyata,” ungkap Fauzan.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menyambut baik perubahan status Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Manokwari menjadi UMPB berdasarkan SK Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 560/B/0/2025. Menurutnya, UMPB akan menjadi pusat lahirnya generasi muda yang mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

“Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen pendidikan, UMPB akan menjadi pusat keunggulan akademik, inovasi, dan pengabdian masyarakat. Ini simbol komitmen bersama untuk mencetak generasi unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global,” ujar Gubernur Dominggus.

Gubernur Dominggus juga menyampaikan apresiasi kepada Kemdiktisaintek atas perhatian yang terus diberikan kepada Papua Barat. “Saya berterima kasih karena kementerian sering melakukan kunjungan dan mendukung generasi muda kami untuk maju,” pungkasnya. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
KPK Perkuat Sinergi APH dan Lembaga Pengawasan untuk Berantas Korupsi di Papua
Bobby Nasution Komit Revitalisasi Situs Megalitik Tetegewo di Nias Selatan
Zakiyuddin Ajak Kapolres Baru Perkuat Sinergi Wujudkan Belawan Aman dan Bebas Kriminalitas
Bobby Nasution Ajak Dubes Prancis Kunjungi Situs Megalitik Nias, Dorong Kerja Sama Pariwisata
Kominfo Kota Medan Ajak Mahasiswa Manfaatkan AI Secara Bijak dan Kritis
Wamenkes: One Health Jadi Kunci Kemandirian dan Kedaulatan Kesehatan Indonesia
komentar
beritaTerbaru