Senin, 01 Juni 2026

Wamen Fauzan Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda untuk Atasi Permasalahan Masyarakat

Selasa, 22 April 2025 07:31 WIB
Wamen Fauzan Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda untuk Atasi Permasalahan Masyarakat
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, berbicara dalam pertemuan bersama Gubernur NTB dan para rektor di Lombok, Jumat (18/4/2025).
Lombok (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah (Pemda) dalam mencari solusi konkret atas berbagai persoalan masyarakat. Penegasan ini disampaikan saat pertemuannya dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dan para rektor perguruan tinggi di Lombok, Jumat.

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Fauzan menyoroti pentingnya peran program Kampus Berdampak yang saat ini digalakkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Program ini menjadi bentuk nyata sinergi antara kampus dan pemerintah dalam menyelenggarakan tridarma perguruan tinggi secara adaptif dan fungsional.

“Jika di Universitas Mataram ada fakultas kedokteran, maka bisa membantu mengurangi stunting di lingkungannya. Kalau ada banyak kampus di Lombok, maka pengangguran harus bisa ditekan. Kampus harus hadir sebagai problem solver dan mendukung pembangunan daerah,” ujarnya, seperti dilansir dari laman Kemdiktisaintek.

Lebih lanjut, Wamen Fauzan mendorong agar kampus tidak bersifat eksklusif, terutama dalam bidang riset. Menurutnya, perguruan tinggi harus menjadi entitas sosial yang terbuka dan terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat.

“Era ini adalah era kolaborasi. Menurut saya, kampus harus berkontribusi dan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan-persoalan daerah,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara kampus dan Pemda yang sudah mulai berjalan baik di NTB, terutama dalam memanfaatkan potensi kampus untuk riset dan identifikasi masalah.

Menurutnya, baik kampus maupun pemerintah daerah perlu terus berinovasi agar dapat menjalankan fungsinya secara efektif dan efisien sebagai penerjemah regulasi di tengah berbagai tantangan zaman.

“Kata kuncinya adalah kolaborasi. Dalam kampus pasti berkembang empati dan simpati sosial. Harapannya, dari situlah kampus bisa memiliki dampak,” pungkas Wamen Fauzan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Kanada Resmi Umumkan Skuad Final untuk Piala Dunia 2026
Gerakan Bersama Jadi Kunci Cegah Kekerasan di Pesantren
Luis Enrique Ukir Sejarah Setelah Antar PSG Juara Liga Champions
Timnas Indonesia U-19 Tetapkan 23 Pemain untuk Piala AFF U-19 2026
Polrestabes Medan Ungkap 136 Kendaraan Diduga Hasil Kejahatan Disimpan di 8 Gudang
Pemprov Sumut Catat Kemajuan Signifikan Sektor Kesehatan Sepanjang 2025
komentar
beritaTerbaru