Senin, 20 Juli 2026

Mendikdasmen: Deep Learning Kunci Transformasi Mutu Pendidikan

Minggu, 16 Februari 2025 09:07 WIB
Mendikdasmen: Deep Learning Kunci Transformasi Mutu Pendidikan
Mendikdasmen, Abdul Mu ti, berbincang dengan Rektor Universitas Negeri Malang, Prof Dr Haryono, dalam kuliah tamu bertema "Implementasi Deep Learning dalam Peningkatan Mutu Pendidikan" di Universitas Negeri Malang, Kamis (13/2/2025). (Dok/Kemendikdasmen)
Malang (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu ti, memaparkan pentingnya Deep Learning dalam peningkatan mutu pendidikan saat menjadi narasumber kuliah tamu di Universitas Negeri Malang, Kamis.

Ia menekankan bahwa pembelajaran yang mendalam tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga memberikan makna dalam proses belajar.

"Pintu pertama untuk melakukan learning yang mendalam adalah attention. Perhatian ini melibatkan panca indera manusia, sehingga kemampuan, pengalaman, dan pengetahuan menjadi pemantik rasa ingin tahu dalam proses belajar," ujar Menteri Mu ti.

Menurutnya, Deep Learning bukan sekadar menyerap informasi, tetapi juga menemukan makna pembelajaran yang dapat memberikan pencerahan dan kegembiraan bagi peserta didik.

"Deep Learning mendorong bagaimana proses belajar dapat memuliakan manusia dengan segala perbedaan kemampuan dan keahliannya," tuturnya.

Di hadapan ratusan mahasiswa, ia menjelaskan bahwa setiap individu memiliki cara belajar yang berbeda. Oleh karena itu, ada tiga prinsip utama dalam Deep Learning:

1. Mindful – Belajar dilakukan dengan penuh kesadaran. Guru harus menghormati murid dan memberi mereka kebebasan dalam menemukan cara belajar yang efektif.

2. Meaningful – Ilmu yang diajarkan harus memiliki makna, memberikan manfaat nyata, dan bisa dikembangkan lebih lanjut.

3. Joyful – Belajar harus menjadi proses yang menyenangkan, di mana peserta didik merasa dihargai atas pemahamannya.

Menteri Mu’ti juga menegaskan bahwa Deep Learning hanya akan berjalan efektif jika materi yang diajarkan tidak terlalu banyak.

"Materi harus disesuaikan dengan kemampuan peserta didik, menekankan esensi pembelajaran, dan dapat diterapkan dalam berbagai konteks," jelasnya.

Selain pengetahuan dan keterampilan, ia menekankan bahwa nilai-nilai pendidikan harus menjadi elemen utama dalam proses belajar.

"Nilai harus melekat pada semua mata pelajaran. Deep Learning bukan hanya tentang menguasai ilmu, tetapi juga membentuk karakter yang baik," tutupnya.

Dengan pendekatan ini, diharapkan sistem pendidikan di Indonesia semakin berkembang, menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif, bermakna, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
KPK Perkuat Sinergi APH dan Lembaga Pengawasan untuk Berantas Korupsi di Papua
Bobby Nasution Komit Revitalisasi Situs Megalitik Tetegewo di Nias Selatan
Zakiyuddin Ajak Kapolres Baru Perkuat Sinergi Wujudkan Belawan Aman dan Bebas Kriminalitas
Bobby Nasution Ajak Dubes Prancis Kunjungi Situs Megalitik Nias, Dorong Kerja Sama Pariwisata
Kominfo Kota Medan Ajak Mahasiswa Manfaatkan AI Secara Bijak dan Kritis
Wamenkes: One Health Jadi Kunci Kemandirian dan Kedaulatan Kesehatan Indonesia
komentar
beritaTerbaru