Senin, 01 Juni 2026

Mulai 2025, Kemendikdasmen Berlakukan Ijazah Elektronik dan Cetak Mandiri

Selasa, 11 Februari 2025 09:17 WIB
Mulai 2025, Kemendikdasmen Berlakukan Ijazah Elektronik dan Cetak Mandiri
Direktur SMA, Winner Jihad Akbar, saat menjelaskan penerapan ijazah elektronik dalam Sosialisasi Ijazah SMA Tahun Ajaran 2024/2025 yang disiarkan melalui YouTube Direktorat SMA. (Dok/Kemendikdasmen)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menerapkan sistem ijazah elektronik dan cetak mandiri untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah mulai tahun 2025.

Kebijakan ini merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 58 Tahun 2024, yang menegaskan bahwa penerbitan ijazah harus memenuhi tiga prinsip utama, yaitu validitas, akurasi, dan legalitas.

Direktur Sekolah Menengah Atas, Winner Jihad Akbar, menjelaskan bahwa langkah digitalisasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan kemudahan akses bagi peserta didik dalam mendapatkan ijazah mereka.

"Inisiatif yang sedang dikembangkan adalah penerapan ijazah elektronik guna meningkatkan efisiensi dan keamanan dokumen kelulusan. Dengan digitalisasi ini, proses penerbitan dan distribusi ijazah diharapkan menjadi lebih cepat, akurat, serta mengurangi risiko pemalsuan," ujar Winner dalam Sosialisasi Ijazah SMA Tahun Ajaran 2024/2025, yang disiarkan melalui YouTube Direktorat SMA, Rabu (5/2/2025).

Ia juga menambahkan bahwa sistem ini memberikan otonomi lebih kepada sekolah dalam penerbitan ijazah, dengan syarat hanya satuan pendidikan yang telah terakreditasi yang berhak menerbitkannya.

Sementara itu, Xarisman Wijaya Simanjuntak, Penyusun Materi Hukum dan Perundang-undangan, menekankan bahwa regulasi terbaru membawa perubahan besar dalam sistem penerbitan ijazah dibandingkan aturan sebelumnya.

"Permendikbud Nomor 14 Tahun 2017 belum secara eksplisit mengatur prinsip penerbitan ijazah. Namun, dalam regulasi terbaru, tiga prinsip utama telah ditetapkan untuk memastikan keabsahan hukum ijazah serta meminimalkan kesalahan administrasi," jelasnya.

Di sisi lain, Koordinator Data Pendidikan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen, L Manik Mustikohendro, menyoroti pentingnya data induk ijazah sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional.

"Data induk ijazah merupakan bagian dari data pendidikan nasional, sehingga perlu ada tata kelola yang terstruktur dan terintegrasi untuk memastikan keakuratan serta validitas dokumen kelulusan," ujarnya.

Dengan adanya penerapan ijazah elektronik dan cetak mandiri, diharapkan proses penerbitan ijazah di Indonesia menjadi lebih efisien, aman, dan sesuai standar terbaru yang telah ditetapkan pemerintah. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Luis Enrique Ukir Sejarah Setelah Antar PSG Juara Liga Champions
Timnas Indonesia U-19 Tetapkan 23 Pemain untuk Piala AFF U-19 2026
Polrestabes Medan Ungkap 136 Kendaraan Diduga Hasil Kejahatan Disimpan di 8 Gudang
Pemprov Sumut Catat Kemajuan Signifikan Sektor Kesehatan Sepanjang 2025
Kasus Whip Pink Diusut, Bareskrim Bidik Konsumen Gas N2O dari Kalangan Selebgram
Mendikdasmen Tinjau Persiapan Sekolah Terintegrasi di Teluk Bintuni
komentar
beritaTerbaru